Role IT Entry Level yang Banyak Dibuka Perusahaan
Read Time 8 mins | 09 Jan 2026 | Written by: Nur Rachmi Latifa

Industri teknologi informasi terus berkembang pesat, seiring dengan meningkatnya kebutuhan digitalisasi di hampir semua sektor bisnis. Dampaknya sangat terasa di dunia kerja, terutama pada meningkatnya permintaan terhadap IT Entry Level—posisi awal di bidang IT yang terbuka luas bagi fresh graduate maupun profesional yang sedang melakukan career switch. Banyak perusahaan kini lebih fokus merekrut talenta IT entry level dibandingkan langsung mencari senior, karena posisi ini memungkinkan organisasi membentuk SDM sesuai kebutuhan internal sekaligus menekan biaya rekrutmen.
Definisi IT Entry Level
IT Entry Level adalah posisi awal di bidang teknologi informasi yang dirancang untuk kandidat dengan pengalaman kerja terbatas, umumnya di rentang 0–2 tahun. Peran ini menjadi pintu masuk bagi fresh graduate maupun career switcher untuk memahami dunia kerja IT secara nyata. Pada level ini, perusahaan tidak menuntut penguasaan teknologi yang kompleks, melainkan fokus pada fondasi pengetahuan dan kesiapan kandidat untuk belajar serta beradaptasi dengan lingkungan kerja dan sistem yang digunakan perusahaan.
Dalam praktiknya, karyawan IT entry level akan banyak terlibat dalam tugas-tugas operasional dan pendampingan dari tim senior. Proses belajar terjadi secara langsung melalui pengalaman sehari-hari, sehingga sikap proaktif, rasa ingin tahu, dan kemampuan bekerja sama menjadi faktor penting. Posisi IT Entry Level umumnya menekankan pada:
- Dasar pengetahuan IT yang kuat
- Kemampuan belajar cepat dan adaptif
- Problem solving dasar dalam konteks kerja sehari-hari
- Kemampuan bekerja dalam tim dan berkomunikasi dengan baik
Perusahaan biasanya menyediakan pelatihan lanjutan atau on-the-job training agar talenta IT entry level dapat berkembang sesuai kebutuhan bisnis dan berkontribusi lebih besar seiring waktu
Baca juga: Apa Itu DevOps Engineer dan Mengapa Perannya Semakin Dibutuhkan?
Mengapa Perusahaan Banyak Membuka Posisi IT Entry Level?
Seiring percepatan transformasi digital dan meningkatnya ketergantungan bisnis pada teknologi, perusahaan di berbagai sektor semakin aktif membuka posisi IT Entry Level. Perekrutan pada level ini bukan sekadar memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga menjadi strategi jangka panjang untuk membangun tim IT yang adaptif dan berkelanjutan. Berikut beberapa alasan utama mengapa posisi IT entry level terus dibuka oleh perusahaan.
Transformasi digital yang masif
Kebutuhan SDM IT yang terus meningkat
Efisiensi biaya rekrutmen dan pengembangan
Merekrut kandidat IT entry level memungkinkan perusahaan mengembangkan talenta dari tahap awal dengan biaya yang lebih efisien dibandingkan merekrut tenaga senior. Perusahaan juga memiliki fleksibilitas untuk membentuk kompetensi karyawan sesuai standar dan kultur internal.
Regenerasi dan keberlanjutan tim IT
Perusahaan membutuhkan pipeline talenta agar keberlangsungan tim IT tetap terjaga dalam jangka panjang. IT entry level berperan penting sebagai generasi penerus yang akan mengisi posisi strategis di masa depan seiring pertumbuhan bisnis.
Dengan berbagai alasan tersebut, tidak mengherankan jika banyak perusahaan secara konsisten membuka posisi IT entry level. Pada bagian berikutnya, kita akan membahas secara lebih rinci role IT Entry Level yang paling banyak dibuka perusahaan, baik di Indonesia maupun secara global.
1. IT Support / Technical Support
IT Support adalah salah satu role IT entry level paling umum dan hampir selalu dibutuhkan di setiap perusahaan. Posisi ini menjadi garda terdepan dalam memastikan aktivitas kerja karyawan berjalan lancar tanpa hambatan teknis, sehingga perannya sangat dekat dengan operasional bisnis sehari-hari.
Dalam praktiknya, IT Support menangani berbagai kendala teknis sekaligus menjadi penghubung antara pengguna dan tim IT yang lebih teknis. Dari posisi ini, banyak profesional IT memulai karier sebelum berkembang ke peran infrastruktur yang lebih strategis. Ruang lingkup pekerjaan IT Support umumnya meliputi:
- Penanganan masalah hardware dan software harian
- Instalasi dan konfigurasi perangkat serta aplikasi
- Troubleshooting jaringan dasar
- Memberikan dukungan teknis kepada pengguna
Seiring bertambahnya pengalaman, jalur karier IT Support dapat berkembang menjadi System Administrator hingga IT Infrastructure Specialist.
2. Junior Software Developer
Junior Software Developer berperan membantu pengembangan aplikasi atau sistem perusahaan di bawah arahan senior developer. Posisi ini cocok bagi IT entry level yang ingin membangun fondasi kuat di dunia pemrograman dan pengembangan perangkat lunak.
Selain menulis kode, junior developer juga belajar memahami standar pengembangan aplikasi, workflow tim, dan cara berkolaborasi dalam proyek teknologi. Proses belajar di role ini biasanya sangat intens dan bertahap. Tanggung jawab utama Junior Software Developer meliputi:
- Menulis dan memperbaiki kode program
- Melakukan debugging aplikasi
- Mengikuti proses code review
- Membantu pengembangan fitur sederhana
Dengan penguasaan fundamental yang baik, jalur kariernya dapat berkembang dari Junior Developer hingga Tech Lead.
3. Junior Web Developer
Junior Web Developer fokus pada pengembangan dan pemeliharaan website perusahaan, baik dari sisi tampilan maupun fungsionalitas dasar. Role ini semakin banyak dibuka karena website menjadi wajah utama bisnis di era digital. Pada tahap entry level, fokus utama biasanya pada pengembangan frontend atau backend sederhana, sambil memahami arsitektur website secara menyeluruh. Pekerjaan yang biasanya ditangani Junior Web Developer antara lain:
- Mengembangkan dan memperbaiki tampilan website
- Melakukan integrasi API sederhana
- Maintenance dan update konten atau fitur
- Optimasi performa website dasar
Seiring pengalaman, posisi ini dapat berkembang menjadi Full Stack Developer hingga Web Architect.
4. Data Analyst Junior
Data Analyst Junior membantu perusahaan mengolah dan menganalisis data untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis. Posisi ini banyak dibuka karena semakin banyak organisasi yang mengandalkan data dalam strategi operasional dan pemasaran. Di level entry, fokus utama adalah memastikan data siap digunakan dan disajikan dalam bentuk yang mudah dipahami oleh tim non-teknis. Ruang lingkup kerja Data Analyst Junior biasanya mencakup:
- Membersihkan dan mengolah data mentah
- Menyusun laporan dan visualisasi data
- Menganalisis tren sederhana
- Mendukung kebutuhan analisis tim bisnis
Karier di bidang ini dapat berkembang dari Data Analyst hingga Data Scientist.
5. Quality Assurance (QA) Tester
QA Tester berperan penting dalam memastikan kualitas aplikasi atau sistem sebelum digunakan oleh pengguna. Meskipun sering dianggap peran pendukung, QA memiliki pengaruh besar terhadap kepuasan pengguna dan stabilitas sistem. Posisi ini cocok bagi IT entry level yang teliti, sistematis, dan memiliki minat pada kualitas produk digital. Tugas utama QA Tester meliputi:
- Melakukan testing manual pada aplikasi
- Menyusun dan menjalankan test case
- Mencatat dan melaporkan bug
- Berkolaborasi dengan tim developer
Jalur kariernya dapat berkembang ke Automation Tester hingga QA Engineer.
6. Junior Network Engineer
Junior Network Engineer membantu menjaga stabilitas dan konektivitas jaringan perusahaan. Role ini sangat krusial, terutama bagi organisasi dengan sistem operasional berbasis jaringan. Di tahap entry level, fokus utamanya adalah monitoring dan troubleshooting dasar sambil mempelajari arsitektur jaringan yang lebih kompleks. Pekerjaan Junior Network Engineer umumnya meliputi:
- Monitoring performa jaringan
- Konfigurasi perangkat jaringan dasar
- Troubleshooting masalah koneksi
- Dokumentasi jaringan perusahaan
Dengan pengalaman dan sertifikasi tambahan, karier dapat berkembang menjadi Network Architect.
7. Cyber Security Analyst Junior
Cyber Security Analyst Junior hadir sebagai respons atas meningkatnya ancaman siber yang dihadapi perusahaan. Posisi ini membuka peluang besar bagi IT entry level yang tertarik pada keamanan sistem dan data. Selain aspek teknis, role ini juga menuntut pola pikir waspada dan kemampuan analisis yang baik. Tanggung jawab utama Cyber Security Analyst Junior meliputi:
- Monitoring keamanan sistem dan jaringan
- Menganalisis alert dan potensi ancaman
- Mendukung proses incident response
- Memberikan edukasi keamanan dasar
Karier di bidang ini dapat berkembang menuju Cyber Security Specialist hingga Security Architect.
8. Junior System Administrator
Junior System Administrator membantu mengelola server dan sistem internal perusahaan agar tetap stabil, aman, dan siap digunakan. Posisi ini menjadi fondasi penting dalam pengelolaan infrastruktur IT. Di level entry, peran ini memberikan exposure luas terhadap sistem operasional perusahaan dan teknologi backend. Ruang lingkup kerja Junior System Administrator meliputi:
- Monitoring server dan sistem
- Backup dan pemulihan data
- Manajemen akses pengguna
- Maintenance dan troubleshooting sistem
Dengan pengalaman yang matang, jalur kariernya dapat berkembang menuju Infrastructure Manager atau peran strategis lainnya di bidang IT.
Skill Umum yang Wajib Dimiliki IT Entry Level
Memasuki dunia kerja IT tidak hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga kesiapan sikap dan cara berpikir. Terlepas dari role spesifik yang dilamar, perusahaan cenderung mencari kandidat IT entry level yang memiliki kombinasi antara dasar teknis dan soft skill yang kuat, karena keduanya sangat menentukan kecepatan adaptasi di lingkungan kerja.
Problem Solving Mindset
Kemampuan berpikir logis dan mencari solusi atas masalah teknis menjadi nilai utama bagi IT entry level. Perusahaan lebih menghargai kandidat yang mampu menganalisis masalah dengan tenang dan mencoba mencari solusi, meskipun belum sepenuhnya benar.
Kemampuan Belajar Cepat
Teknologi terus berkembang, sehingga IT entry level dituntut mampu belajar hal baru dalam waktu singkat. Kandidat yang adaptif dan tidak takut mencoba teknologi baru biasanya lebih mudah berkembang di dalam tim.
Komunikasi yang Baik
Kemampuan menyampaikan masalah dan solusi secara jelas sangat penting, terutama saat berinteraksi dengan tim non-teknis. Komunikasi yang baik membantu menghindari miskomunikasi dan mempercepat penyelesaian pekerjaan.
Pemahaman Dasar IT
Fundamental seperti sistem operasi, jaringan dasar, atau logika pemrograman menjadi pondasi utama. Pemahaman dasar yang kuat memudahkan kandidat mempelajari teknologi lanjutan di kemudian hari.
Etika Kerja dan Tanggung Jawab
Disiplin, kejujuran, dan rasa tanggung jawab menjadi aspek yang sangat diperhatikan perusahaan. IT entry level yang dapat dipercaya akan lebih mudah diberi tanggung jawab lebih besar.
Kemampuan Bekerja dalam Tim
Sebagian besar pekerjaan IT dilakukan secara kolaboratif. Kemampuan bekerja sama, menerima masukan, dan saling mendukung dalam tim menjadi faktor penting dalam penilaian kinerja.
Pada praktiknya, soft skill sering kali menjadi pembeda utama antara kandidat IT entry level yang lolos seleksi dan yang tidak, meskipun kemampuan teknisnya relatif serupa.
Tips Agar Lolos Rekrutmen IT Entry Level
Persaingan pada posisi IT entry level cukup ketat, sehingga kandidat perlu mempersiapkan diri secara strategis. Tidak hanya mengandalkan latar belakang pendidikan, tetapi juga menunjukkan kesiapan untuk belajar dan berkembang di dunia kerja.
- Bangun Portofolio yang Relevan
Portofolio berupa GitHub, project pribadi, atau studi kasus sederhana dapat menjadi bukti nyata kemampuan Anda. Perusahaan sering kali lebih tertarik melihat hasil kerja dibandingkan sekadar daftar skill di CV. - Kuasai Fundamental dengan Baik
Pemahaman dasar yang kuat sering kali lebih dihargai daripada sekadar menguasai banyak tools. Kandidat dengan fundamental yang baik dinilai lebih mudah dilatih dan dikembangkan. - Ikut Sertifikasi Dasar
Sertifikasi entry level dapat meningkatkan kredibilitas dan menunjukkan komitmen Anda terhadap bidang IT. Meskipun bukan syarat utama, sertifikasi sering menjadi nilai tambah saat seleksi. - Tunjukkan Attitude yang Positif
Sikap terbuka, mau belajar, dan bertanggung jawab sering kali menjadi faktor penentu. Bagi banyak perusahaan, attitude yang baik jauh lebih penting dibandingkan pengalaman kerja yang masih terbatas.
Dengan memadukan skill yang tepat dan strategi persiapan yang matang, peluang untuk lolos rekrutmen IT Entry Level akan semakin besar dan membuka jalan bagi karier IT jangka panjang.
Baca juga: Banyak Diabaikan, Inilah Etika Kerja yang Membuka Jalan Promosi
Kesimpulan
Permintaan terhadap IT Entry Level terus meningkat seiring pesatnya transformasi digital di berbagai industri. Mulai dari IT Support, Junior Developer, Data Analyst, hingga Cyber Security Analyst, perusahaan membuka banyak peluang bagi talenta IT pemula yang siap belajar dan berkembang. Bagi Anda yang ingin memulai karier di dunia teknologi, memahami role IT entry level yang paling banyak dibutuhkan perusahaan adalah langkah awal yang sangat penting. Dengan persiapan skill teknis, soft skill, dan mindset yang tepat, peluang berkarier di industri IT terbuka lebar. Dunia IT bukan hanya tentang teknologi tetapi tentang bagaimana teknologi membantu bisnis tumbuh dan bertahan di era digital.
Temukan Lowongan Pekerjaan Di MSBU Konsultan!
