back to blog

Masalah yang Sering Terjadi dalam Pengadaan Laptop Kantor

Read Time 6 mins | 27 Jan 2026 | Written by: Nur Rachmi Latifa

business-people-using-laptop-financial-charts-meeting-o

Pengadaan laptop kantor adalah proses krusial dalam pembangunan infrastruktur digital perusahaan modern. Laptop kantor bukan sekadar perangkat kerja; ia menjadi bagian dari sistem produktivitas, keamanan data, kolaborasi tim, serta kemampuan perusahaan beradaptasi dengan tuntutan bisnis masa kini. Namun dalam praktiknya, banyak masalah yang sering terjadi dalam pengadaan laptop kantor — mulai dari kesalahan perencanaan kebutuhan, proses pengadaan yang tidak efisien, hingga pengelolaan aset yang lemah. Akhirnya, keputusan penting seperti membeli atau sewa laptop bisa berdampak lebih besar dari sekadar biaya pembelian. Artikel ini mengulas masalah-masalah utama yang sering muncul dan juga menawarkan pendekatan praktis melalui solusi modern seperti Renpal dengan model Device as a Service (DaaS).

1. Tidak Memahami Kebutuhan Spesifikasi dengan Tepat

Kesalahan yang paling sering terjadi dalam pengadaan laptop kantor adalah kurangnya pemahaman terhadap kebutuhan spesifikasi yang sesuai kerja tim. Seringkali tim IT hanya membuat satu standar laptop untuk seluruh karyawan tanpa memperhatikan perbedaan kebutuhan, padahal pekerjaan di bidang desain grafis, analitik data, software development, dan customer support memiliki tuntutan performa yang sangat berbeda.

Laptop dengan spesifikasi yang tidak sesuai akan cepat terasa lambat, tidak responsif, bahkan tidak kompatibel dengan perangkat lunak kerja. Hal ini tidak hanya menurunkan produktivitas, tetapi juga memicu keluhan karyawan dan akhirnya menambah beban biaya karena perlu meng-upgrade atau mengganti perangkat di tengah operasional.

Baca juga: Bahaya Menunda Update Sistem pada Laptop Kerja Karyawan

2. Fokus Hanya pada Harga Beli, Mengabaikan Biaya Total

Kebanyakan perusahaan masih mengevaluasi pengadaan laptop kantor hanya berdasarkan harga awal pembelian. Padahal yang penting bukanlah harga belinya, tetapi Total Cost of Ownership (TCO) yaitu biaya keseluruhan selama siklus hidup perangkat. TCO mencakup:

  • Biaya pembelian perangkat
  • Biaya pemeliharaan dan servis
  • Biaya downtime akibat kerusakan
  • Biaya upgrade perangkat yang cepat usang

Laptop kantor yang murah dan cepat ketinggalan zaman akhirnya justru menambah beban anggaran. Tanpa strategi pengadaan yang tepat, perusahaan akan terus membeli perangkat baru atau harus menanggung biaya servis berkali-kali.

3. Proses Pengadaan yang Panjang dan Rumit

Dalam banyak organisasi besar, proses pengadaan perangkat seperti laptop menjadi sangat birokratis yang melibatkan persetujuan anggaran, tender vendor, evaluasi teknis, hingga proses administrasi yang memakan waktu. Hal ini menjadi tantangan ketika ada kebutuhan mendesak seperti onboarding karyawan baru, proyek besar mendadak, atau laptop yang rusak secara tiba-tiba.

Situasi ini membuat tim terpaksa menunggu berhari-hari bahkan berbulan-bulan hanya untuk mendapatkan perangkat kerja yang diperlukan. Efeknya, karyawan sering beralih menggunakan perangkat pribadi tanpa pengamanan yang layak dan justru memicu risiko keamanan data.

4. Manajemen Aset yang Lemah

Tanpa sistem manajemen aset yang baik, laptop kantor tidak tercatat secara akurat: siapa pemiliknya, kapan dibeli, apa spesifikasinya, atau kapan perlu diganti. Implikasi dari masalah ini termasuk:

  • Laptop hilang atau tidak kembali setelah karyawan resign
  • Tidak ada catatan riwayat servis
  • Sulit memutuskan mana perangkat yang harus dikurangi atau diganti
  • Audit internal menjadi rumit dan berisiko

Masalah ini sering muncul pada perusahaan yang belum menerapkan sistem inventaris yang terintegrasi atau mengandalkan pencatatan manual. Pengelolaan aset yang buruk membuat risiko operasional meningkat dan sulit dikendalikan.

5. Risiko Keamanan dan Kepatuhan yang Terabaikan

Laptop kantor merupakan pintu gerbang ke banyak data penting perusahaan dari dokumen internal, basis data pelanggan, hingga akses aplikasi bisnis. Jika tidak terprovisi dengan baik, perangkat yang tidak terkelola bisa menjadi titik lemah keamanan:

  • Patch keamanan yang tidak di-update
  • Software bajakan atau tidak aman
  • Laptop yang dipakai di jaringan publik tanpa proteksi
  • Tidak ada kontrol akses yang memadai

Kelemahan ini menjadi risiko besar dalam era digital di mana serangan siber semakin canggih. Manajemen keamanan yang buruk pada laptop kantor bisa menjadi celah bagi pencurian data, ransomware, atau pencurian informasi sensitif perusahaan.

6. Laptop Cepat Lemot atau Usang di Tengah Pemakaian

Laptop kantor yang cepat lemot menjadi keluhan umum di banyak organisasi. Penyebabnya beragam:

  • Spesifikasi yang tidak mencukupi
  • Hard drive lama atau kapasitas penuh
  • Software yang tidak kompatibel dengan kerja berat
  • Tidak ada upgrade berkala

Masalah ini menurunkan produktivitas dan membuat karyawan frustrasi karena harus menunggu sistem merespons. Dalam jangka panjang, kinerja tim bisa terganggu hanya karena perangkat yang kurang optimal.

7. Tidak Ada Opsi Fleksibel Seperti Sewa Laptop

Salah satu kekurangan strategi pengadaan tradisional adalah kurangnya fleksibilitas pada skala dan durasi penggunaan perangkat. Padahal, kebutuhan perangkat sering berubah — terutama dalam bisnis dengan tim yang dinamis atau proyek sementara.

Model sewa laptop menjadi solusi yang semakin populer sebagai alternatif pengadaan tradisional. Dengan konsep Device as a Service (DaaS), perusahaan dapat menyesuaikan jumlah perangkat, spesifikasi, dan durasi penggunaan sesuai kebutuhan tanpa investasi modal besar.

Solusi: Model Device as a Service (DaaS) dari Renpal

Untuk menjawab berbagai masalah dalam pengadaan laptop kantor, mulai dari biaya yang tidak efisien, keterbatasan fleksibilitas, hingga kompleksitas pengelolaan aset—perusahaan dapat mempertimbangkan pendekatan Device as a Service (DaaS). Melalui model ini, laptop kantor tidak lagi diperlakukan sebagai aset yang harus dibeli dan dikelola sendiri, melainkan sebagai layanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis yang terus berubah. Melalui layanan Renpal, perusahaan dapat memperoleh laptop kantor dan perangkat IT dengan skema sewa yang fleksibel dan praktis, dengan keunggulan sebagai berikut:

  • Sewa laptop dengan durasi fleksibel, mulai dari harian, mingguan, bulanan, hingga tahunan
  • Pilihan spesifikasi sesuai kebutuhan kerja tim, baik operasional, teknis, maupun kreatif
  • Dukungan teknis dan layanan support selama masa penggunaan
  • Tanpa minimum jumlah unit sewa, sehingga mudah disesuaikan dengan skala bisnis
  • Perangkat dikirim dalam kondisi siap pakai langsung ke lokasi kerja

Dengan model DaaS dari Renpal, perusahaan dapat mengurangi beban pengadaan dan pengelolaan laptop kantor sekaligus menjaga produktivitas tim tetap optimal, tanpa harus mengeluarkan investasi besar di awal atau terjebak pada perangkat yang cepat usang.

Keunggulan Sewa Laptop lewat Renpal

Menggunakan layanan sewa laptop melalui Renpal memberikan sejumlah keunggulan strategis dalam konteks pengadaan laptop kantor, terutama bagi perusahaan yang membutuhkan fleksibilitas, efisiensi biaya, dan kemudahan operasional.

Fleksibilitas Sesuai Kebutuhan

Renpal memungkinkan perusahaan menyesuaikan jumlah laptop kantor sesuai kebutuhan aktual tanpa harus membeli unit dalam jumlah besar, sehingga ideal untuk organisasi dengan dinamika tim, proyek sementara, atau fase pertumbuhan bisnis.

Spesifikasi yang Bisa Di-upgrade

Melalui model Device as a Service, perusahaan tidak terkunci pada satu spesifikasi laptop, karena perangkat dapat disesuaikan atau di-upgrade ketika kebutuhan kerja meningkat tanpa harus melakukan pembelian baru.

Biaya yang Lebih Efisien

Dibandingkan pengadaan konvensional, sewa laptop membantu perusahaan menghindari pengeluaran besar di awal sekaligus menjaga anggaran IT tetap fleksibel dan teralokasi untuk kebutuhan yang lebih strategis.

Pengiriman dan Onboarding yang Cepat

Laptop dari Renpal dikirim dalam kondisi siap pakai dengan dukungan teknis, sehingga proses onboarding karyawan baru dapat berjalan lebih cepat tanpa hambatan administratif atau teknis.

Dengan berbagai keunggulan tersebut, sewa laptop melalui Renpal menjadi solusi praktis untuk mengurangi kompleksitas pengadaan laptop kantor sekaligus menjaga produktivitas tim tetap optimal.

Tips Agar Pengadaan Laptop Kantor Lebih Efektif

Agar pengadaan laptop kantor berjalan lebih efisien dan berkelanjutan, perusahaan perlu menerapkan pendekatan yang terencana dan menyesuaikan dengan kebutuhan bisnis jangka panjang.

  • Lakukan Analisis Kebutuhan Secara Detail
    Setiap divisi sebaiknya diklasifikasikan berdasarkan kebutuhan kerja agar spesifikasi laptop yang dipilih benar-benar mendukung produktivitas, bukan sekadar memenuhi standar umum.
  • Pertimbangkan Total Cost of Ownership
    Pengadaan laptop kantor tidak boleh hanya dilihat dari harga beli, melainkan juga dari biaya jangka panjang seperti perawatan, downtime, dan potensi upgrade perangkat.
  • Gunakan Sistem Manajemen Aset
    Pencatatan laptop kantor secara terpusat—mulai dari spesifikasi, pengguna, hingga riwayat servis—akan memudahkan evaluasi, audit, dan pengambilan keputusan penggantian perangkat.
  • Evaluasi Opsi Sewa Laptop atau DaaS
    Model sewa laptop seperti Renpal dapat menjadi alternatif strategis bagi perusahaan yang membutuhkan fleksibilitas tinggi tanpa beban kepemilikan aset jangka panjang.
  • Jaga Keamanan dan Pemeliharaan Perangkat
    Pastikan setiap laptop kantor memiliki kebijakan update sistem, perlindungan antivirus, dan kontrol keamanan data yang konsisten untuk meminimalkan risiko operasional dan siber.

Dengan menerapkan tips ini, perusahaan dapat menjadikan pengadaan laptop kantor sebagai bagian dari strategi bisnis yang lebih efisien, adaptif, dan selaras dengan kebutuhan operasional modern.

Baca juga:  Laptop Kerja Sering Bermasalah? Coba Evaluasi Cara Penggunaannya

Kesimpulan

Masalah dalam pengadaan laptop kantor sering kali berasal dari ketidaktepatan perencanaan, ketiadaan fleksibilitas dalam strategi, serta fokus sempit pada biaya awal saja. Dampaknya adalah biaya operasional yang besar, produktivitas yang terhambat, dan risiko keamanan yang meningkat. Melalui pendekatan modern seperti sewa laptop dengan model Device as a Service melalui Renpal, perusahaan dapat mengatasi banyak masalah ini dengan cara yang lebih fleksibel, efisien, dan sesuai kebutuhan masa kini. Dengan strategi pengadaan yang tepat, laptop kantor tidak hanya menjadi perangkat kerja, tetapi juga aset produktif yang mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Mau sewa laptop? Cek Renpal sekarang!

Nur Rachmi Latifa

Penulis yang berfokus memproduksi konten seputar Cybersecurity, Privacy, IT dan Human Cyber Risk Management.

Icon Buna