Cost Per Hire vs Quality Hire: Mana yang Harus Diprioritaskan?
Read Time 8 mins | 16 Feb 2026 | Written by: Nur Rachmi Latifa

Pada dunia rekrutmen modern, dua metrik hampir selalu muncul dalam diskusi HR dan manajemen: Cost Per Hire dan Quality Hire. Keduanya sering kali diposisikan seolah saling bertentangan, menekan biaya atau mendapatkan kandidat terbaik. Padahal, keputusan yang terlalu berat ke salah satu sisi justru bisa berdampak buruk bagi bisnis. Artikel ini akan membahas secara mendalam apa itu Cost Per Hire dan Quality Hire, bagaimana keduanya saling berkaitan, serta strategi menentukan prioritas yang tepat agar rekrutmen tidak hanya efisien secara biaya, tetapi juga berdampak nyata pada produktivitas dan pertumbuhan perusahaan.
Memahami Cost Per Hire
Cost Per Hire adalah metrik rekrutmen yang menggambarkan rata-rata biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk merekrut satu karyawan baru. Metrik ini membantu organisasi memahami seberapa besar investasi yang dilakukan sejak proses pencarian kandidat, seleksi, hingga tahap onboarding. Dengan memahami Cost Per Hire, perusahaan dapat melihat proses rekrutmen secara lebih objektif dan bukan hanya sebagai aktivitas HR, tetapi sebagai keputusan bisnis yang berdampak langsung pada efisiensi dan produktivitas.
Lalu, apa saja yang termasuk dalam Cost Per Hire? Cost Per Hire mencakup seluruh biaya yang timbul selama proses rekrutmen, baik biaya yang terlihat secara langsung maupun biaya tersembunyi yang sering luput dari perhitungan. Secara umum, komponen biaya tersebut meliputi:
- Biaya sourcing dan iklan lowongan kerja
- Biaya rekrutmen dan employer branding
- Waktu dan gaji tim HR serta hiring manager selama proses seleksi
- Biaya screening, assessment, dan interview
- Referral bonus
- Biaya onboarding dan pelatihan awal
Berikut adalah contoh sederhana Cost Per Hire: Sebuah perusahaan merekrut 20 karyawan dalam satu tahun dengan total biaya rekrutmen sebesar USD 85.000. Dengan perhitungan tersebut, maka Cost Per Hire = 85.000 / 20 = USD 4.250. Angka ini terlihat sederhana, tetapi nilainya baru benar-benar bermakna ketika dianalisis lebih dalam dan dibandingkan dengan hasil rekrutmen yang didapatkan, seperti kinerja, retensi, dan kontribusi karyawan terhadap bisnis.
Mengapa Cost Per Hire Penting bagi Bisnis?
Menghitung Cost Per Hire bukan sekadar latihan finansial atau laporan angka semata. Metrik ini berperan penting sebagai dasar pengambilan keputusan rekrutmen yang lebih strategis, terukur, dan selaras dengan tujuan bisnis jangka panjang.
- Meningkatkan akurasi perencanaan anggaran
Dengan memahami Cost Per Hire secara detail, perusahaan dapat menyusun anggaran rekrutmen yang lebih realistis dan terkontrol, sehingga risiko pembengkakan biaya dapat ditekan sejak awal. - Mengidentifikasi channel rekrutmen paling efisien
Cost Per Hire membantu HR mengevaluasi apakah job board, referral, atau agency benar-benar memberikan hasil terbaik, sehingga anggaran dapat difokuskan pada channel dengan ROI paling optimal. - Meningkatkan efisiensi proses rekrutmen
Ketika Cost Per Hire dianalisis bersama metrik lain seperti time to fill atau rasio kandidat lolos, perusahaan dapat menemukan bottleneck dan memperbaiki proses yang tidak efisien. - Mendukung keputusan strategis
Untuk posisi kritikal atau berdampak besar, Cost Per Hire menjadi alat pembenaran berbasis data bahwa biaya yang lebih tinggi dapat diterima jika sebanding dengan kontribusi terhadap bisnis. - Benchmark terhadap industri
Sebagai pembanding, Society for Human Resource Management mencatat rata-rata Cost Per Hire sekitar USD 4.700, sementara posisi eksekutif dapat mencapai USD 28.000, sehingga perusahaan dapat menilai posisinya secara objektif.
Dengan memahami peran Cost Per Hire secara menyeluruh, perusahaan tidak hanya mampu mengendalikan biaya rekrutmen, tetapi juga memastikan setiap keputusan hiring memberikan nilai nyata bagi pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis.
Internal Cost dan External Cost dalam Rekrutmen
Agar perhitungan Cost Per Hire benar-benar akurat, perusahaan perlu membagi biaya rekrutmen ke dalam dua kategori utama, yaitu external cost dan internal cost. Pembagian ini penting karena tidak semua biaya rekrutmen muncul secara eksplisit di laporan keuangan. Banyak biaya justru tersembunyi dalam bentuk waktu, tenaga, dan produktivitas internal yang terpakai selama proses perekrutan berlangsung. External Recruitment Costs adalah biaya yang berasal dari pihak eksternal atau layanan di luar organisasi, yang umumnya lebih mudah diidentifikasi dan dicatat. Biaya ini meliputi:
- Job board dan platform rekrutmen
- Recruitment agency atau headhunter
- Background check
- Tools rekrutmen berbayar
Internal Recruitment Costs merupakan biaya yang timbul dari dalam organisasi selama proses rekrutmen, dan sering kali luput dari perhitungan. Biaya ini antara lain mencakup:
- Gaji tim HR dan hiring manager selama proses seleksi
- Waktu interview dan evaluasi kandidat
- Biaya onboarding dan pelatihan awal
- Opportunity cost akibat produktivitas yang tertunda
Semakin detail perusahaan menghitung dan mengelompokkan kedua jenis biaya ini, semakin akurat nilai Cost Per Hire yang dihasilkan, sehingga keputusan rekrutmen dapat diambil secara lebih tepat dan berbasis data.
Rumus dan Cara Menghitung Cost Per Hire
Rumus Cost Per Hire pada dasarnya sangat sederhana, namun nilai utamanya terletak pada kelengkapan data yang dimasukkan. Secara umum, Cost Per Hire dihitung dengan menjumlahkan seluruh biaya internal dan eksternal yang dikeluarkan selama proses rekrutmen, lalu membaginya dengan jumlah karyawan yang berhasil direkrut dan benar-benar onboard dalam periode tertentu. Berikut adalah rumus Cost Per Hire:
Cost Per Hire = (Total Internal Costs + Total External Costs) / Total Hires
Agar hasil perhitungannya akurat dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan, perusahaan perlu mengikuti langkah-langkah yang sistematis berikut:
- Tentukan periode pengukuran (bulanan, kuartalan, atau tahunan)
- Kumpulkan seluruh biaya internal
- Kumpulkan seluruh biaya eksternal
- Tentukan jumlah karyawan yang benar-benar onboard
- Masukkan seluruh data ke dalam rumus
- Lakukan validasi data bersama tim HR dan finance
Dengan pendekatan ini, Cost Per Hire menjadi metrik yang konsisten, transparan, dan dapat dibandingkan dari waktu ke waktu untuk mengevaluasi efektivitas serta efisiensi strategi rekrutmen perusahaan.
Apa Itu Quality Hire?
Jika Cost Per Hire menjawab pertanyaan “berapa biaya yang dikeluarkan”, maka Quality Hire menjawab “seberapa baik hasil rekrutmen tersebut bagi bisnis”. Konsep ini berfokus pada nilai jangka panjang dari seorang karyawan, bukan sekadar keberhasilan mengisi posisi kosong.
Quality Hire melihat apakah karyawan yang direkrut benar-benar berkontribusi, berkembang, dan bertahan di dalam organisasi. Sayangnya, metrik ini sering diabaikan karena tidak selalu mudah diukur secara kuantitatif seperti biaya rekrutmen. Quality Hire biasanya diukur melalui kombinasi indikator berikut:
- Kinerja karyawan setelah periode tertentu
- Retensi dan tingkat turnover
- Kontribusi terhadap tim dan bisnis
- Feedback dari atasan dan rekan kerja
- Kecepatan mencapai produktivitas optimal
Cost Per Hire vs Quality Hire: Konflik yang Sering Terjadi
Banyak organisasi terjebak dalam dilema antara menekan biaya rekrutmen atau mengejar kualitas kandidat terbaik. Tekanan target, keterbatasan anggaran, dan kebutuhan cepat sering membuat perusahaan condong ke salah satu sisi secara ekstrem.
Padahal, Cost Per Hire yang rendah tidak selalu berarti efisien, dan Cost Per Hire yang tinggi tidak selalu berarti pemborosan. Tanpa melihat kualitas hasilnya, kedua pendekatan ini sama-sama berisiko bagi bisnis. Dilema yang sering terjadi di lapangan:
- Menekan Cost Per Hire → proses rekrutmen cepat dan murah, tetapi kualitas kandidat rendah
- Mengejar Quality Hire → biaya rekrutmen membengkak tanpa kontrol
Studi Kasus Perbandingan Cost vs Quality Hire
Perbedaan antara Cost Per Hire dan Quality Hire akan lebih mudah dipahami melalui contoh sederhana. Dua perusahaan dapat mengeluarkan biaya rekrutmen yang berbeda, namun menghasilkan dampak bisnis yang sangat kontras. Dalam jangka panjang, perusahaan yang berinvestasi pada kualitas rekrutmen seringkali justru memiliki biaya total yang lebih rendah karena minim turnover dan gangguan operasional.
Ilustrasi kasus:
- Perusahaan A memiliki Cost Per Hire rendah, tetapi karyawan keluar dalam 6 bulan
- Perusahaan B memiliki Cost Per Hire lebih tinggi, namun karyawan bertahan lama dan produktif
Hubungan Cost Per Hire dan Produktivitas
Data menunjukkan bahwa rata-rata karyawan membutuhkan sekitar 12 minggu untuk mencapai produktivitas penuh. Jika kualitas rekrutmen buruk, waktu adaptasi ini bisa jauh lebih lama atau bahkan berakhir dengan kegagalan rekrutmen.
Turnover dini bukan hanya soal mengganti orang, tetapi juga menimbulkan efek domino yang berdampak langsung pada tim dan bisnis secara keseluruhan. Dampak turnover akibat kualitas rekrutmen yang rendah:
- Kehilangan pengetahuan dan konteks kerja
- Gangguan operasional dan alur kerja tim
- Beban tambahan bagi karyawan lain
- Biaya rekrutmen dan onboarding ulang
Di sinilah Quality Hire menjadi pengali nilai dari Cost Per Hire.
Metrik Pendukung Cost Per Hire
Untuk mendapatkan gambaran rekrutmen yang lebih utuh, Cost Per Hire sebaiknya tidak berdiri sendiri. Metrik pendukung membantu perusahaan menilai apakah biaya yang dikeluarkan benar-benar sebanding dengan nilai yang dihasilkan. Dengan mengkombinasikan beberapa metrik, HR dapat mengambil keputusan yang lebih objektif dan berbasis data. Metrik pendukung yang umum digunakan:
- Cost Per Hire Comparable (CPHC)
Menghitung biaya rekrutmen dengan hanya memasukkan komponen yang umum di industri tertentu agar perbandingan lebih relevan. - Recruiting Cost Ratio (RCR)
Mengukur biaya rekrutmen dibandingkan total kompensasi karyawan baru:
RCR = (Internal + External Costs) / Total Compensation × 100
Benchmark Cost Per Hire dan Fakta Terbaru
Benchmark membantu perusahaan memahami apakah Cost Per Hire yang dimiliki masih berada dalam batas wajar. Namun, angka benchmark sebaiknya digunakan sebagai referensi, bukan standar mutlak. Setiap industri, ukuran perusahaan, dan jenis peran memiliki karakteristik biaya yang berbeda. Beberapa data benchmark yang dapat dijadikan acuan:
- Rata-rata Cost Per Hire global: USD 4.683
- Waktu rata-rata mengisi posisi: 36–42 hari
- Biaya rekrutmen setara ±40% dari gaji tahunan karyawan
- HR mengalokasikan ±15% anggaran untuk rekrutmen
- Perusahaan kecil mengeluarkan biaya pelatihan per karyawan lebih besar dibanding perusahaan besar
Cost Per Hire vs Quality Hire: Mana yang Harus Diprioritaskan?
Jawabannya bukan memilih salah satu, melainkan menyeimbangkan Cost Per Hire dan Quality Hire sesuai konteks kebutuhan bisnis. Fokus yang tepat akan berbeda tergantung jenis peran dan tujuan rekrutmen. Pendekatan yang fleksibel membuat rekrutmen tetap efisien tanpa mengorbankan kualitas.
Kapan fokus pada Cost Per Hire?
- Rekrutmen massal
- Posisi entry-level dengan skill umum
- Kebutuhan jangka pendek
Kapan fokus pada Quality Hire?
- Posisi strategis atau kritikal
- Peran dengan dampak besar pada revenue
- Leadership dan expert roles
Strategi Menyatukan Cost Per Hire dan Quality Hire
Menyatukan kedua metrik ini membutuhkan pendekatan yang disiplin dan berbasis data. Tujuannya bukan menekan biaya semaksimal mungkin, tetapi memastikan setiap biaya menghasilkan nilai jangka panjang. Dengan strategi yang tepat, rekrutmen dapat berubah dari pusat biaya menjadi sumber keunggulan kompetitif. Langkah praktis yang dapat diterapkan:
- Gunakan data historis untuk evaluasi channel rekrutmen
- Investasi pada assessment yang tepat, bukan sekadar murah
- Libatkan hiring manager secara efektif, bukan berlebihan
- Ukur retensi dan performa pasca-hire
- Evaluasi ulang proses onboarding
Dengan pendekatan ini, rekrutmen tidak lagi sekadar mengisi posisi, tetapi menjadi investasi strategis bagi pertumbuhan bisnis.
Baca juga: Cara Headhunter Menemukan Kandidat Berkualitas dengan Cepat
Kesimpulan
Perdebatan Cost Per Hire vs Quality Hire seharusnya tidak lagi menjadi pertanyaan “mana yang lebih penting”, melainkan “bagaimana keduanya saling memperkuat”. Cost Per Hire membantu perusahaan tetap disiplin secara finansial. Quality Hire memastikan investasi tersebut menghasilkan dampak nyata bagi bisnis.
Perusahaan yang matang dalam rekrutmen tidak hanya menghitung biaya masuk, tetapi juga nilai jangka panjang dari setiap talenta yang direkrut. Ketika Cost Per Hire dikelola dengan cerdas dan Quality Hire dijadikan tujuan utama, rekrutmen akan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan paling kuat dalam organisasi.
Anda bisa mengunjungi MSBU Konsultan!, layanan IT staffing dan rekrutmen yang dapat membantu perusahaan Anda menemukan kandidat terbaik dengan lebih aman dan efisien.
