---
title: 5 Pilar Utama High Availability yang Harus Dimiliki IT Team
description: High availability adalah kemampuan sistem tetap bisa diakses meski ada komponen gagal. Pahami 5 pilarnya, cara mengukur uptime, dan siapa mengelolanya.
image: https://msbu.co.id/hubfs/Imported_Blog_Media/WhatsApp-Image-2025-05-02-at-3_55_34-PM-1.jpg
---

<https://msbu.co.id/blog/5-pilar-utama-high-availability-yang-harus-dimiliki-it-team#top>

[Skip to Content](https://msbu.co.id/blog/5-pilar-utama-high-availability-yang-harus-dimiliki-it-team#body)

[![MSBU Group](https://msbu.co.id/hs-fs/hubfs/W_Primary%20with%20no%20Slogan_No%20Bg2x.png?width=200&height=71&name=W_Primary%20with%20no%20Slogan_No%20Bg2x.png "MSBU Group")](https://msbu.co.id)

Toggle Menu

- Layanan
  
  Toggle children for Layanan
  
    - People
      
      Toggle children for People
      
          - [Managed Team, Headhunting & Frontier AI](https://msbu.co.id/id/layanan/managed-team-headhunting-frontier-ai)
    - Tech
      
      Toggle children for Tech
      
          - [Human Risk Management](https://sibermate.com)
          - [Device as a Service](https://msbu.co.id/id/layanan/daas)
    - Capital
      
      Toggle children for Capital
      
          - [Speed Pitching](https://msbu.co.id/layanan/speed-pitching)
- [Komunitas](https://msbu.co.id/id/frc)
- [Tentang](https://msbu.co.id/id/tentang)
- Resources
  
  Toggle children for Resources
  
    - [AI CV Scoring](https://msbu.co.id/ai-cv-scoring)
    - [Blog](https://msbu.co.id/blog)
    - [Panduan Gaji](https://msbu.co.id/id/panduan-gaji)

- [Konsultasi](https://msbu.co.id/meetings/msbu/consultation)

[back to blog](https://msbu.co.id/blog)

[Technology](https://msbu.co.id/blog/topic/tech)

# 5 Pilar Utama High Availability yang Harus Dimiliki IT Team

 Read Time **9 mins** | 05 Mei 2025 | Written by: Hastin Lia

<https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fmsbu.co.id%2Fblog%2F5-pilar-utama-high-availability-yang-harus-dimiliki-it-team> <https://twitter.com/intent/tweet/?text=5+Pilar+Utama+High+Availability+yang+Harus+Dimiliki+IT+Team&url=https%3A%2F%2Fmsbu.co.id%2Fblog%2F5-pilar-utama-high-availability-yang-harus-dimiliki-it-team> <https://www.linkedin.com/sharing/share-offsite/?url=https%3A%2F%2Fmsbu.co.id%2Fblog%2F5-pilar-utama-high-availability-yang-harus-dimiliki-it-team> [mailto:?subject=5%20Pilar%20Utama%20High%20Availability%20yang%20Harus%20Dimiliki%20IT%20Team&body=https%3A%2F%2Fmsbu.co.id%2Fblog%2F5-pilar-utama-high-availability-yang-harus-dimiliki-it-team](mailto:?subject=5%20Pilar%20Utama%20High%20Availability%20yang%20Harus%20Dimiliki%20IT%20Team&body=https%3A%2F%2Fmsbu.co.id%2Fblog%2F5-pilar-utama-high-availability-yang-harus-dimiliki-it-team)

![Tim IT memantau ketersediaan server dan jaringan untuk menjaga high availability sistem perusahaan](https://msbu.co.id/hs-fs/hubfs/Imported_Blog_Media/WhatsApp-Image-2025-05-02-at-3_55_34-PM-1-1024x682.jpg?width=1024&height=682&name=WhatsApp-Image-2025-05-02-at-3_55_34-PM-1-1024x682.jpg "high availability")

**High availability (HA)** adalah kemampuan sistem atau layanan IT untuk tetap beroperasi dan bisa diakses pengguna meskipun salah satu komponennya gagal. Tingkatnya diukur dengan persentase uptime, misalnya 99,9% (maksimal sekitar 8,8 jam gangguan per tahun). Tim IT mencapainya lewat lima pilar: redundansi, failover, load balancing, monitoring, dan disaster recovery plan.

Dalam [Annual Outage Analysis 2026 dari Uptime Institute](https://uptimeinstitute.com/about-ui/press-releases/uptime-announces-annual-outage-analysis-report-2026), 57% responden melaporkan gangguan besar terakhir mereka menelan biaya lebih dari US$100.000, dan satu dari lima responden rugi lebih dari US$1 juta.

## Pengertian Availability dan High Availability

### Apa yang dimaksud dengan availability?

Dalam IT, **availability** (ketersediaan) adalah persentase waktu sebuah sistem benar-benar bisa dipakai secara normal dalam satu periode, misalnya 99,5% dalam sebulan. Istilah ini juga dipakai dalam keamanan informasi sebagai satu dari tiga prinsip CIA (confidentiality, integrity, availability): data harus tersedia bagi pihak yang berhak saat diperlukan.

### Apa itu high availability?

**High availability** adalah tingkat availability yang sangat tinggi, umumnya 99,9% ke atas, yang dicapai dengan merancang sistem agar tidak punya **single point of failure (SPOF)**, yaitu satu komponen yang kalau rusak mematikan seluruh layanan. Sistem HA berangkat dari asumsi bahwa komponen pasti gagal suatu saat, lalu memastikan kegagalan itu tidak terasa oleh pengguna.

## Cara Mengukur High Availability

Rumusnya: **availability = uptime ÷ (uptime + downtime) × 100%**. Praktisi IT menyebut targetnya dengan jumlah angka sembilan, misalnya "three nines" untuk 99,9%. Tabel berikut menerjemahkannya ke maksimal downtime yang masih diizinkan.

| Target availability | Sebutan | Maks. downtime per tahun (8.760 jam) | Maks. downtime per bulan (730 jam) |
| --- | --- | --- | --- |
| 99% | two nines | 3,65 hari | 7,3 jam |
| 99,9% | three nines | 8,76 jam | 43,8 menit |
| 99,99% | four nines | 52,6 menit | 4,38 menit |
| 99,999% | five nines | 5,26 menit | 26,3 detik |

Empat metrik pendamping yang perlu dipantau tim IT:

- **MTBF (mean time between failures):** rata-rata waktu sistem beroperasi normal di antara dua kegagalan.
- **MTTR (mean time to repair):** rata-rata waktu dari gangguan terjadi sampai sistem pulih, termasuk waktu mendeteksi dan mendiagnosis.
- **RTO (recovery time objective):** batas waktu maksimal sistem boleh mati sebelum operasi harus pulih.
- **RPO (recovery point objective):** batas maksimal data yang boleh hilang, dihitung dari waktu backup terakhir. RPO 15 menit berarti backup atau replikasi harus berjalan minimal tiap 15 menit.

## 5 Pilar Utama High Availability yang Harus Dimiliki IT Team

### 1. Redundancy (Redundansi)

**Redundansi adalah** praktik menyediakan salinan atau cadangan untuk setiap komponen kritis, sehingga kegagalan satu komponen tidak menghentikan layanan. Bentuk yang umum diterapkan tim IT:

- **Server:** dua atau lebih server menjalankan aplikasi yang sama. Kalau satu rusak, yang lain melayani.
- **Penyimpanan:** RAID atau replikasi database ke server replika, supaya data tidak hilang saat satu disk atau node gagal.
- **Jaringan:** dua jalur internet dari ISP berbeda dan dua switch inti, supaya putusnya satu kabel tidak memutus akses.
- **Daya listrik:** UPS untuk detik-detik pertama pemadaman, lalu genset untuk pemadaman panjang. Laporan Uptime Institute 2026 yang sama mencatat listrik masih menjadi penyebab utama gangguan berdampak besar.

Redundansi dijalankan dalam dua pola. **Active-passive**: satu komponen bekerja, cadangannya siaga. **Active-active**: semua komponen bekerja bersamaan berbagi beban, sehingga kegagalan satu komponen hanya mengurangi kapasitas.

### 2. Failover Mechanism (Mekanisme Failover)

**Failover adalah** proses pengalihan beban kerja dari komponen utama ke komponen cadangan saat komponen utama gagal. Redundansi menyediakan cadangannya, failover memastikan cadangan itu benar-benar mengambil alih.

Ada dua jenis failover:

- **Failover otomatis:** pengalihan berjalan sendiri begitu kegagalan terdeteksi, tanpa campur tangan manusia, sehingga MTTR-nya hitungan detik.
- **Failover manual:** tim IT menerima peringatan lalu memindahkan layanan sendiri. Lebih murah, tapi MTTR-nya bergantung pada kecepatan orang yang sedang bertugas.

Failover juga harus bisa **failback**, yaitu mengembalikan beban ke komponen utama setelah diperbaiki tanpa gangguan kedua.

### 3. Load Balancing (Penyeimbangan Beban)

**Load balancing adalah** teknik membagi trafik yang masuk ke beberapa server agar tidak ada satu server yang kelebihan beban. Perangkat atau layanan yang melakukannya disebut load balancer.

Dalam HA, load balancer memegang dua peran:

- **Menjaga performa:** permintaan dibagi dengan algoritma seperti round robin (bergiliran) atau least connections (ke server paling sepi), sehingga waktu respons stabil saat trafik melonjak.
- **Menjadi mesin failover:** load balancer memeriksa kesehatan tiap server secara berkala dan otomatis berhenti mengirim trafik ke server yang tidak merespons.

Load balancer sendiri bisa menjadi SPOF. Pasang dua load balancer active-passive, atau pakai layanan load balancer terkelola dari penyedia cloud yang sudah redundan.

### 4. Monitoring dan Alerting System (Sistem Pemantauan dan Peringatan)

**Monitoring adalah** pemantauan kondisi sistem secara terus-menerus: CPU, memori, disk, latensi jaringan, tingkat error aplikasi, dan hasil health check. **Alerting** mengubah data pemantauan itu menjadi peringatan ke orang yang tepat saat ambang batas terlampaui.

Tanpa monitoring, tim IT baru tahu sistem mati saat pengguna mengeluh. Praktik minimumnya:

- Health check eksternal dari luar jaringan kantor, karena pemantauan dari dalam saja tidak melihat gangguan di sisi ISP.
- Ambang peringatan bertingkat, misalnya *warning* saat disk terisi 80% dan *critical* saat 90%, supaya masalah tertangkap sebelum menjadi downtime.
- Jadwal petugas jaga (on-call) yang jelas dengan jalur eskalasi; peringatan yang masuk ke grup chat tanpa pemilik sama saja tidak ada.
- Dashboard uptime, MTTR, dan jumlah insiden per bulan untuk mengukur apakah target tercapai.

### 5. Disaster Recovery Plan (Rencana Pemulihan Bencana)

**Disaster recovery plan (DRP) adalah** dokumen dan prosedur untuk memulihkan sistem serta data setelah kegagalan besar: kebakaran data center, banjir, ransomware, atau kesalahan manusia yang menghapus data produksi. Isi DRP yang efektif:

- **Backup dengan aturan 3-2-1:** tiga salinan data, di dua jenis media berbeda, satu di antaranya di lokasi lain. Backup yang tidak pernah diuji restore-nya belum bisa dihitung sebagai backup.
- **Recovery site:** lokasi cadangan untuk menjalankan sistem: *cold site* (ruang kosong yang baru disiapkan saat bencana), *warm site* (perangkat ada, data perlu dipulihkan), atau *hot site* (salinan sistem yang berjalan dan siap mengambil alih dalam hitungan menit).
- **Prosedur dan pembagian peran:** siapa memutuskan aktivasi DRP, siapa memulihkan database, siapa berkomunikasi ke pelanggan, plus target RTO/RPO per sistem.
- **Uji coba rutin:** simulasi pemulihan minimal setahun sekali. Untuk bank umum di Indonesia ini kewajiban: [POJK Nomor 11/POJK.03/2022](https://ojk.go.id/id/regulasi/Pages/Penyelenggaraan-Teknologi-Informasi-Oleh-Bank-Umum.aspx) mewajibkan bank memiliki rencana pemulihan bencana, menguji dan mengkaji ulangnya paling sedikit satu kali dalam satu tahun, serta menempatkan sistem elektroniknya di pusat data dan pusat pemulihan bencana di wilayah Indonesia.

Skenario ransomware perlu perhatian khusus karena backup yang terhubung ke jaringan bisa ikut terenkripsi. Langkah-langkahnya dibahas di artikel [strategi pemulihan data setelah serangan ransomware](https://msbu.co.id/blog/pemulihan-data-ransomware-strategi-ampuh-dan-solusi-terbaik).

## Contoh Arsitektur High Availability Sederhana

Berikut arsitektur HA untuk aplikasi web berskala menengah, misalnya sistem HR atau portal pelanggan, yang bisa dibangun tim IT tanpa infrastruktur raksasa:

1. **Dua jalur internet** dari ISP berbeda ke dua router dengan protokol failover (misalnya VRRP).
2. **Sepasang load balancer** active-passive yang membagi trafik ke server aplikasi dan menjalankan health check tiap 10 detik.
3. **Dua server aplikasi** active-active dengan konfigurasi identik; satu server cukup menanggung seluruh beban normal.
4. **Database primary-replica** dengan replikasi sinkron dan failover otomatis ke replika. RPO mendekati nol, RTO di bawah satu menit.
5. **Monitoring terpusat** untuk semua lapisan di atas, plus **backup harian** ke lokasi terpisah yang diuji restore setiap kuartal.

Uji sederhananya: matikan satu komponen di setiap lapisan secara bergantian. Yang membuat pengguna kehilangan akses, itulah SPOF yang tersisa.

## Kesalahan Umum Saat Menerapkan High Availability

- **Redundansi tanpa failover teruji.** Server cadangan ada, tapi konfigurasinya tertinggal enam bulan dari server utama sehingga gagal saat diaktifkan.
- **SPOF tersembunyi di luar server.** DNS di satu penyedia, sertifikat SSL kedaluwarsa tanpa peringatan, atau satu switch lama yang menjadi jalur semua server.
- **SPOF berbentuk orang.** Hanya satu engineer yang paham konfigurasi failover dan prosedur DRP; saat ia cuti atau resign, kemampuan pulih perusahaan ikut hilang. Dokumentasi dan minimal dua orang per sistem kritis adalah bagian dari HA.

## Siapa yang Bertanggung Jawab atas High Availability di Tim IT?

Dalam tim IT yang lengkap, tanggung jawab high availability terbagi seperti ini:

- **System administrator:** redundansi server dan storage, patching, backup, dan uji restore.
- **Network engineer:** jalur internet ganda, redundansi switch dan router, load balancer, dan failover jaringan. Cakupan pekerjaannya dibahas di artikel [tugas utama network engineer dalam membangun infrastruktur IT](https://msbu.co.id/blog/tugas-utama-network-engineer-membangun-infrastruktur-it).
- **DevOps atau SRE (site reliability engineer):** otomasi failover, monitoring dan alerting, replikasi database, serta pemantauan uptime dan MTTR.
- **IT manager atau CTO:** menyetujui anggaran redundansi dan memastikan DRP benar-benar diuji, termasuk failover dan failback.

## Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang High Availability

### Apa perbedaan high availability dan disaster recovery?

High availability menangani kegagalan komponen sehari-hari agar pengguna tidak merasakan downtime, biasanya lewat redundansi dan failover otomatis di lokasi yang sama. Disaster recovery menangani bencana besar yang melumpuhkan satu lokasi penuh, dengan memulihkan sistem di lokasi lain sesuai target RTO dan RPO. Keduanya dibutuhkan bersama.

### Apa bedanya high availability dan fault tolerance?

Fault tolerance menargetkan nol downtime dengan menjalankan semua komponen secara paralel dan identik, sehingga kegagalan satu komponen tidak terasa sama sekali. High availability menerima downtime yang sangat kecil, hitungan detik sampai menit, dengan biaya yang jauh lebih rendah. Fault tolerance biasanya hanya untuk sistem yang nyawa atau transaksinya tidak boleh terputus sedetik pun.

### Berapa target uptime yang wajar untuk perusahaan?

Bergantung pada dampak bisnis tiap sistem. Sistem transaksi pelanggan umumnya menargetkan 99,9% sampai 99,99%, sedangkan aplikasi internal non-kritis cukup 99% sampai 99,5%. Setiap tambahan angka sembilan menaikkan biaya redundansi secara signifikan, jadi tetapkan target per sistem.

### Apa itu high availability server?

High availability server adalah sekelompok server yang dikonfigurasi sebagai satu cluster dengan health check dan failover otomatis, dan diakses lewat satu alamat virtual. Istilah ini sering dipakai penyedia hosting dan cloud untuk paket server dengan jaminan uptime tertentu.

### Apakah high availability harus memakai cloud?

Tidak. HA bisa dibangun di data center sendiri dengan server, switch, dan jalur internet ganda. Cloud mempermudah karena load balancer, replikasi database, dan zona ketersediaan ganda sudah tersedia sebagai layanan, tetapi prinsip lima pilarnya sama di mana pun sistem berjalan.

## Kesimpulan

Langkah pertama yang paling murah: petakan setiap SPOF di sistem Anda, dari jalur internet sampai orang yang memegang akses, lalu urutkan berdasarkan dampak bisnisnya. Jika gangguan yang sering terjadi berakar pada dukungan teknis yang lambat, artikel [cara mengatasi downtime dengan solusi tech support](https://msbu.co.id/blog/downtime-atasi-dengan-solusi-tech-support-untuk-bisnis-anda) membahas sisi operasionalnya.

**Butuh system administrator, network engineer, atau DevOps engineer untuk menjaga high availability sistem Anda?** MSBU Konsultan menyediakan layanan IT staffing dan headhunting IT untuk perusahaan di Indonesia. [Pelajari layanan IT Staffing MSBU](https://msbu.co.id/id/layanan/it-staffing-headhunting).

![](https://msbu.co.id/hubfs/T043H23RX0U-U04Q6QS3KGV-65cacb32a7a8-512.jpeg)

[mailto:v-hastin@msbu.co.id](mailto:v-hastin@msbu.co.id) <https://www.linkedin.com/in/hastin-lia-ristiana> <https://msbu.co.id>

##### Hastin Lia

Hastin Lia adalah praktisi Digital Marketing di MSBU Group yang menulis seputar dunia kerja, rekrutmen dan IT staffing, manajemen talenta, serta pengembangan bisnis. Ia menyusun panduan praktis untuk membantu perusahaan dan profesional mengambil keputusan yang lebih tepat seputar SDM dan teknologi.

Share the Love

<https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fmsbu.co.id%2Fblog%2F5-pilar-utama-high-availability-yang-harus-dimiliki-it-team> <https://twitter.com/intent/tweet/?text=5+Pilar+Utama+High+Availability+yang+Harus+Dimiliki+IT+Team&url=https%3A%2F%2Fmsbu.co.id%2Fblog%2F5-pilar-utama-high-availability-yang-harus-dimiliki-it-team> <https://www.linkedin.com/sharing/share-offsite/?url=https%3A%2F%2Fmsbu.co.id%2Fblog%2F5-pilar-utama-high-availability-yang-harus-dimiliki-it-team> [mailto:?subject=5%20Pilar%20Utama%20High%20Availability%20yang%20Harus%20Dimiliki%20IT%20Team&body=https%3A%2F%2Fmsbu.co.id%2Fblog%2F5-pilar-utama-high-availability-yang-harus-dimiliki-it-team](mailto:?subject=5%20Pilar%20Utama%20High%20Availability%20yang%20Harus%20Dimiliki%20IT%20Team&body=https%3A%2F%2Fmsbu.co.id%2Fblog%2F5-pilar-utama-high-availability-yang-harus-dimiliki-it-team)

You May Like These

## Related Articles

![](https://msbu.co.id/hs-fs/hubfs/business-people-talking-job-applicant.jpg?width=700&name=business-people-talking-job-applicant.jpg)

 Juni 13, 2025 | Business

### [Mengapa Proses Rekrutmen C-Level Harus Berbeda dari Posisi Lain?](https://msbu.co.id/blog/mengapa-proses-rekrutmen-c-level-harus-berbeda-dari-posisi-lain)

![](https://msbu.co.id/hs-fs/hubfs/Imported_Blog_Media/clem-onojeghuo-fY8Jr4iuPQM-unsplash-scaled-3.jpg?width=700&name=clem-onojeghuo-fY8Jr4iuPQM-unsplash-scaled-3.jpg)

 Januari 30, 2024 | Business

### [Jasa Recruitment Terbaik Jakarta, Mengapa MSBU?](https://msbu.co.id/blog/recruitment-terbaik-jakarta-mengapa-msbu)

![](https://msbu.co.id/hs-fs/hubfs/Imported_Blog_Media/WhatsApp-Image-2024-05-31-at-1_33_46-PM-2.jpg?width=700&name=WhatsApp-Image-2024-05-31-at-1_33_46-PM-2.jpg)

 Februari 6, 2024 | Business

### [Jasa IT Infrastructure |Optimalkan Produktivitas Bisnis Anda](https://msbu.co.id/blog/it-infrastructure-mengoptimalkan-produktivitas-bisnis-anda)

[![W\_Primary Logo\_No Bg\_white2x](https://msbu.co.id/hs-fs/hubfs/W_Primary%20Logo_No%20Bg_white2x.png?width=220&height=80&name=W_Primary%20Logo_No%20Bg_white2x.png "W_Primary Logo_No Bg_white2x")](https://msbu.co.id)

**PT MSBU Artha Investama **  
Tel : +(62) 21-5890-5002

Graha Pena Lantai 7, Unit 706  
Jl. Raya Kby. Lama, No. 12  
Jakarta Selatan 12210, Indonesia 

<https://www.linkedin.com/company/msbugroup/> <https://www.instagram.com/msbugroup/>

Ekosistem

- [Managed Team, Headhunting & Frontier AI](https://msbu.co.id/id/layanan/managed-team-headhunting-frontier-ai)
- [Human Risk Management](https://sibermate.com)
- [Device as a Service](https://msbu.co.id/id/layanan/daas)
- [Speed Pitching](https://msbu.co.id/layanan/speed-pitching)

Resources

- [AI CV Scoring](https://msbu.co.id/ai-cv-scoring)
- [Blog](https://msbu.co.id/blog)
- [Panduan Gaji](https://msbu.co.id/id/panduan-gaji)

Perusahaan

- [Tentang](https://msbu.co.id/id/tentang)
- [Komunitas](https://msbu.co.id/id/frc)

© 2026 MSBU Group. All rights reserved.

[Privacy Notice](https://msbu.co.id/id/privacy-notice)

![Icon](https://sibermate.com/hubfs/Mira%20Sibera/whatsapp-brands.svg) Buna

```json
{
  "@context" : "https://schema.org",
  "@type" : "BlogPosting",
  "author" : {
    "@type" : "Person",
    "name" : "Hastin Lia",
    "url" : "https://msbu.co.id/blog/author/hastinlia"
  },
  "dateModified" : "2026-09-16T08:57:18.606Z",
  "datePublished" : "2025-05-05T01:44:48.000Z",
  "headline" : "5 Pilar Utama High Availability yang Harus Dimiliki IT Team",
  "image" : [ "https://msbu.co.id/hubfs/Imported_Blog_Media/WhatsApp-Image-2025-05-02-at-3_55_34-PM-1.jpg" ],
  "mainEntityOfPage" : {
    "@id" : "https://msbu.co.id/blog/5-pilar-utama-high-availability-yang-harus-dimiliki-it-team",
    "@type" : "WebPage"
  },
  "publisher" : {
    "@type" : "Organization",
    "logo" : {
      "@type" : "ImageObject",
      "url" : "https://msbu.co.id/hubfs/W_Primary%20with%20no%20Slogan_No%20Bg2x.png"
    },
    "name" : "PT MSBU Konsultan Indonesia"
  }
}
```

```json
{
  "@context" : "https://schema.org",
  "@type" : "FAQPage",
  "mainEntity" : [ {
    "@type" : "Question",
    "acceptedAnswer" : {
      "@type" : "Answer",
      "text" : "High availability menangani kegagalan komponen sehari-hari agar pengguna tidak merasakan downtime, biasanya lewat redundansi dan failover otomatis di lokasi yang sama. Disaster recovery menangani bencana besar yang melumpuhkan satu lokasi penuh, dengan memulihkan sistem di lokasi lain sesuai target RTO dan RPO. Keduanya dibutuhkan bersama."
    },
    "name" : "Apa perbedaan high availability dan disaster recovery?"
  }, {
    "@type" : "Question",
    "acceptedAnswer" : {
      "@type" : "Answer",
      "text" : "Fault tolerance menargetkan nol downtime dengan menjalankan semua komponen secara paralel dan identik, sehingga kegagalan satu komponen tidak terasa sama sekali. High availability menerima downtime yang sangat kecil, hitungan detik sampai menit, dengan biaya yang jauh lebih rendah. Fault tolerance biasanya hanya untuk sistem yang nyawa atau transaksinya tidak boleh terputus sedetik pun."
    },
    "name" : "Apa bedanya high availability dan fault tolerance?"
  }, {
    "@type" : "Question",
    "acceptedAnswer" : {
      "@type" : "Answer",
      "text" : "Bergantung pada dampak bisnis tiap sistem. Sistem transaksi pelanggan umumnya menargetkan 99,9% sampai 99,99%, sedangkan aplikasi internal non-kritis cukup 99% sampai 99,5%. Setiap tambahan angka sembilan menaikkan biaya redundansi secara signifikan, jadi tetapkan target per sistem."
    },
    "name" : "Berapa target uptime yang wajar untuk perusahaan?"
  }, {
    "@type" : "Question",
    "acceptedAnswer" : {
      "@type" : "Answer",
      "text" : "High availability server adalah sekelompok server yang dikonfigurasi sebagai satu cluster dengan health check dan failover otomatis, dan diakses lewat satu alamat virtual. Istilah ini sering dipakai penyedia hosting dan cloud untuk paket server dengan jaminan uptime tertentu."
    },
    "name" : "Apa itu high availability server?"
  }, {
    "@type" : "Question",
    "acceptedAnswer" : {
      "@type" : "Answer",
      "text" : "Tidak. HA bisa dibangun di data center sendiri dengan server, switch, dan jalur internet ganda. Cloud mempermudah karena load balancer, replikasi database, dan zona ketersediaan ganda sudah tersedia sebagai layanan, tetapi prinsip lima pilarnya sama di mana pun sistem berjalan."
    },
    "name" : "Apakah high availability harus memakai cloud?"
  } ]
}
```

```json
{
  "@context" : "https://schema.org",
  "@type" : "ItemList",
  "itemListElement" : [ {
    "@type" : "ListItem",
    "name" : "Redundancy (Redundansi)",
    "position" : 1,
    "url" : "https://msbu.co.id/blog/5-pilar-utama-high-availability-yang-harus-dimiliki-it-team#pilar-1"
  }, {
    "@type" : "ListItem",
    "name" : "Failover Mechanism (Mekanisme Failover)",
    "position" : 2,
    "url" : "https://msbu.co.id/blog/5-pilar-utama-high-availability-yang-harus-dimiliki-it-team#pilar-2"
  }, {
    "@type" : "ListItem",
    "name" : "Load Balancing (Penyeimbangan Beban)",
    "position" : 3,
    "url" : "https://msbu.co.id/blog/5-pilar-utama-high-availability-yang-harus-dimiliki-it-team#pilar-3"
  }, {
    "@type" : "ListItem",
    "name" : "Monitoring dan Alerting System (Sistem Pemantauan dan Peringatan)",
    "position" : 4,
    "url" : "https://msbu.co.id/blog/5-pilar-utama-high-availability-yang-harus-dimiliki-it-team#pilar-4"
  }, {
    "@type" : "ListItem",
    "name" : "Disaster Recovery Plan (Rencana Pemulihan Bencana)",
    "position" : 5,
    "url" : "https://msbu.co.id/blog/5-pilar-utama-high-availability-yang-harus-dimiliki-it-team#pilar-5"
  } ],
  "itemListOrder" : "https://schema.org/ItemListOrderAscending",
  "name" : "5 Pilar Utama High Availability yang Harus Dimiliki IT Team",
  "numberOfItems" : 5
}
```