10 Role IT yang Paling Sering Di-Staffing oleh Perusahaan
Read Time 10 mins | 02 Jan 2026 | Written by: Nur Rachmi Latifa

Kebutuhan akan talenta IT di perusahaan meningkat drastis. Hampir semua sektor, mulai dari perbankan, fintech, e-commerce, manufaktur, hingga startup bergantung pada teknologi untuk menjalankan operasional, meningkatkan efisiensi, dan memenangkan persaingan. Namun, tidak semua perusahaan memiliki kemampuan untuk merekrut tim IT secara permanen dalam waktu cepat. Di sinilah model IT staffing menjadi solusi strategis. Melalui IT staffing, perusahaan dapat memperoleh talenta IT siap pakai sesuai kebutuhan proyek, tanpa beban rekrutmen jangka panjang. Artikel ini membahas 10 role IT yang paling sering di-staffing oleh perusahaan, lengkap dengan fungsi, alasan tingginya permintaan, dan konteks bisnisnya.
Mengapa Perusahaan Mengandalkan IT Staffing?
Sebelum masuk ke daftar role, penting untuk memahami mengapa perusahaan semakin memilih IT staffing dibandingkan rekrutmen konvensional. Di tengah tuntutan bisnis yang bergerak cepat, IT staffing memberikan pendekatan yang lebih adaptif dan strategis dalam memenuhi kebutuhan talenta IT. Beberapa alasan utamanya antara lain:
- Kecepatan pemenuhan kebutuhan IT
Proyek digital sering kali memiliki tenggat waktu ketat, sementara proses rekrutmen konvensional dapat memakan waktu berbulan-bulan. IT staffing memungkinkan perusahaan mendapatkan talenta IT yang siap kerja dalam waktu jauh lebih singkat. - Fleksibilitas biaya
Melalui staffing, perusahaan dapat menyesuaikan durasi kontrak dengan kebutuhan proyek atau fase bisnis tertentu, tanpa harus menanggung biaya jangka panjang seperti gaji tetap, tunjangan, dan biaya rekrutmen berulang. - Akses ke talenta spesialis
Tidak semua keahlian IT dibutuhkan sepanjang tahun. IT staffing memberi perusahaan akses cepat ke talenta dengan skill spesifik seperti cloud, data, atau security tanpa harus merekrut secara permanen. - Mengurangi risiko salah rekrut
Model staffing memungkinkan perusahaan mengevaluasi kinerja, kecocokan budaya kerja, dan kompetensi teknis talenta IT sebelum memutuskan untuk memperpanjang kontrak atau mengalihkannya ke peran jangka panjang.
Karena alasan-alasan inilah, perusahaan cenderung melakukan IT staffing pada role IT tertentu yang bersifat kritikal, teknis, dan berdampak langsung pada operasional maupun pertumbuhan bisnis. Berikut ini adalah 10 role IT yang paling sering di-staffing oleh perusahaan untuk menjawab kebutuhan tersebut.
Baca juga: Kenapa Perusahaan Indonesia Semakin Sulit Mendapatkan Talent IT?
1. Software Developer / Programmer
Software Developer merupakan role IT yang paling sering di-staffing oleh perusahaan karena hampir seluruh inisiatif digital bergantung pada pengembangan aplikasi, baik untuk web, mobile, maupun sistem internal. Proyek teknologi yang berjalan cepat dan berbasis timeline membuat perusahaan membutuhkan developer yang siap langsung berkontribusi, sementara tingginya permintaan pasar sering kali tidak sebanding dengan ketersediaan talenta, sehingga IT staffing menjadi solusi yang paling efektif.
Tanggung jawab utama Software Developer:
- Mengembangkan aplikasi web, mobile, atau sistem internal perusahaan
- Memelihara serta meningkatkan fitur existing
- Berkolaborasi dengan tim UI/UX, Quality Assurance, dan Product
Alasan Software Developer sering di-staffing oleh perusahaan:
- Hampir semua perusahaan membutuhkan pengembangan aplikasi
- Proyek bersifat dinamis dan berbasis timeline
- Permintaan tinggi dengan supply talenta yang terbatas
Bahasa pemrograman yang paling sering dibutuhkan:
- JavaScript (React, Node.js)
- Java / Kotlin
- Python
- PHP
- .NET
Dengan peran yang sangat fundamental dan dampaknya yang langsung terhadap keberhasilan proyek digital, Software Developer hampir selalu menjadi role pertama yang dicari perusahaan dalam skema IT staffing sekaligus membuka jalan bagi kebutuhan role IT lainnya yang lebih spesifik.
2. Backend Engineer
Backend Engineer kini menjadi role IT tersendiri yang banyak di-staffing oleh perusahaan, seiring meningkatnya kompleksitas sistem bisnis dan kebutuhan integrasi antar aplikasi. Jika Software Developer berfokus pada pengembangan fitur secara umum, Backend Engineer bertanggung jawab memastikan fondasi sistem berjalan stabil, aman, dan mampu menangani skala penggunaan yang terus bertumbuh, sehingga perannya sangat krusial bagi keberlangsungan layanan digital perusahaan.
Fokus utama Backend Engineer:
- Arsitektur sistem
- Pengelolaan database dan API
- Performance, scalability, dan security
Alasan tingginya permintaan Backend Engineer:
- Sistem bisnis perusahaan semakin kompleks
- Kebutuhan integrasi antar sistem terus meningkat
- Backend berperan langsung pada stabilitas dan reliabilitas layanan
Backend Engineer sangat krusial di perusahaan yang bergerak di:
- Fintech
- E-commerce
- Enterprise system
- SaaS
Dengan peran yang sangat menentukan kestabilan sistem, Backend Engineer sering di-staffing oleh perusahaan yang ingin memastikan platform digital mereka tetap andal meski beban pengguna dan transaksi terus meningkat.
3. Frontend Engineer
Frontend Engineer berperan langsung dalam membentuk pengalaman pengguna saat berinteraksi dengan aplikasi atau sistem perusahaan. Karena tampilan dan kemudahan penggunaan sangat menentukan adopsi produk digital, perusahaan kerap melakukan IT staffing untuk Frontend Engineer guna mendukung pengembangan fitur baru, redesign tampilan, atau peluncuran produk dalam skala besar.
Tugas utama Frontend Engineer:
- Membangun user interface (UI) web dan aplikasi
- Mengoptimalkan user experience (UX)
- Menghubungkan frontend dengan backend melalui API
Mengapa Frontend Engineer sering di-staffing oleh perusahaan:
- UI/UX sangat menentukan adopsi dan kepuasan pengguna
- Proyek redesign biasanya bersifat temporer
- Kebutuhan scaling tim saat peluncuran fitur baru
Framework yang paling sering diminta:
- React.js
- Vue.js
- Angular
Karena dampaknya yang langsung terlihat oleh pengguna, Frontend Engineer menjadi salah satu role IT yang paling sering dicari perusahaan dalam skema staffing, terutama saat fase pertumbuhan produk.
4. Mobile App Developer (Android / iOS)
Dengan meningkatnya penggunaan smartphone, Mobile App Developer menjadi salah satu role IT paling vital dalam IT staffing perusahaan, khususnya bagi bisnis yang berorientasi pada layanan digital dan customer experience. Aplikasi mobile kini bukan lagi pelengkap, melainkan kanal utama interaksi antara perusahaan dan penggunanya.
Ruang lingkup kerja Mobile App Developer:
- Mengembangkan aplikasi Android (Kotlin / Java)
- Mengembangkan aplikasi iOS (Swift)
- Integrasi dengan backend dan layanan pihak ketiga
Alasan Mobile Developer sering di-staffing:
- Proyek mobile umumnya berbasis fase (build, launch, maintain)
- Perusahaan membutuhkan fleksibilitas tanpa menambah headcount tetap
- Skill mobile developer relatif spesifik dan mahal
Karena kebutuhan mobile yang terus berkembang namun bersifat proyek-based, IT staffing menjadi pendekatan yang paling efisien bagi perusahaan untuk memenuhi kebutuhan Mobile Developer.
5. DevOps Engineer
DevOps Engineer menjadi tulang punggung operasional sistem digital perusahaan, memastikan proses pengembangan dan deployment berjalan cepat, stabil, dan minim risiko. Peran ini semakin sering di-staffing karena tidak semua perusahaan membutuhkan DevOps secara full-time, namun sangat membutuhkannya pada fase tertentu seperti scaling atau migrasi sistem.
Peran utama DevOps Engineer:
- Membangun dan mengelola CI/CD pipeline
- Mengelola infrastruktur cloud
- Automation, monitoring, dan deployment
- Menjaga reliability dan availability sistem
Alasan perusahaan melakukan staffing DevOps Engineer:
- Kebutuhan DevOps melonjak saat fase scaling
- Skill sangat spesifik dan langka
- Tidak semua perusahaan membutuhkan DevOps sepanjang tahun
Teknologi yang paling sering diminta:
- AWS, GCP, Azure
- Docker, Kubernetes
- Jenkins, GitLab CI
- Terraform
Dengan peran strategis dalam menjaga stabilitas sistem, DevOps Engineer sering di-staffing sebagai solusi cepat untuk memastikan operasional digital perusahaan tetap berjalan optimal.
6. Quality Assurance (QA) Engineer
Quality Assurance (QA) Engineer memiliki peran penting dalam memastikan kualitas aplikasi sebelum dan setelah rilis, sehingga banyak perusahaan memilih melakukan staffing untuk role ini. QA membantu meminimalkan risiko kesalahan sistem yang dapat berdampak langsung pada reputasi dan kepercayaan pengguna.
Tanggung jawab utama QA Engineer:
- Manual testing
- Automation testing
- Regression dan performance testing
- Dokumentasi bug dan hasil pengujian
Mengapa QA Engineer sering di-staffing oleh perusahaan:
- Kebutuhan QA meningkat drastis menjelang go-live
- Proyek testing bersifat periodik
- Lebih efisien dibanding hiring permanen
Peran QA Engineer sangat penting untuk:
- Mengurangi risiko kegagalan sistem
- Menjaga reputasi perusahaan
- Meningkatkan kepercayaan pengguna
Karena sifat kebutuhannya yang fluktuatif, QA Engineer menjadi salah satu role IT yang paling ideal untuk diisi melalui skema IT staffing.
7. Data Analyst
Di era data-driven company, Data Analyst menjadi role IT yang semakin sering di-staffing oleh perusahaan untuk membantu pengambilan keputusan berbasis data. Banyak organisasi membutuhkan insight data secara cepat tanpa harus membangun tim data besar secara permanen.
Fokus pekerjaan Data Analyst:
- Mengolah dan menganalisis data bisnis
- Membuat dashboard dan laporan
- Memberikan insight untuk pengambilan keputusan
Alasan Data Analyst sering di-staffing:
- Proyek analisis data biasanya berbasis kebutuhan tertentu
- Tidak semua perusahaan memiliki volume data yang stabil
- Skill analitik dibutuhkan lintas divisi
Tools yang umum digunakan:
- SQL
- Python
- Power BI
- Tableau
- Excel (advanced)
Dengan perannya dalam mendukung keputusan strategis, Data Analyst sering di-staffing untuk menjawab kebutuhan data perusahaan secara cepat dan efisien.
8. Data Engineer
Berbeda dengan Data Analyst, Data Engineer berfokus pada infrastruktur dan alur data, memastikan data tersedia, terstruktur, dan siap digunakan. Role ini sering di-staffing saat perusahaan melakukan modernisasi sistem data atau mempersiapkan fondasi untuk advanced analytics.
Tugas utama Data Engineer:
- Membangun dan mengelola data pipeline
- Mengelola data warehouse
- Menjaga kualitas dan ketersediaan data
Alasan Data Engineer sering di-staffing:
- Proyek modernisasi data
- Migrasi data ke cloud
- Implementasi big data platform
Role ini banyak di-staffing oleh perusahaan yang:
- Sedang menjalankan transformasi digital
- Mengadopsi AI dan machine learning
- Mengelola data dalam skala besar
Karena sifat proyeknya yang strategis dan kompleks, Data Engineer menjadi role IT yang sering diisi melalui IT staffing.
9. IT Support / Helpdesk
Tidak hanya role teknis tingkat lanjut, IT Support / Helpdesk juga termasuk role IT yang paling sering di-staffing oleh perusahaan, terutama untuk menjaga kelancaran operasional harian. Peran ini menjadi garda terdepan dalam memastikan karyawan dapat bekerja tanpa hambatan teknis.
Peran utama IT Support / Helpdesk:
- Menangani kendala perangkat dan sistem
- Memberikan support kepada user internal
- Troubleshooting hardware dan software
Alasan staffing IT Support populer:
- Turnover relatif tinggi
- Kebutuhan bergantung pada jumlah karyawan
- Efisien untuk ekspansi atau pembukaan cabang baru
IT Support sangat krusial untuk menjaga:
- Produktivitas karyawan
- Kelancaran operasional harian
- Kepuasan internal user
Karena kebutuhannya yang operasional dan dinamis, IT Support sering diandalkan melalui skema staffing oleh banyak perusahaan.
10. Cyber Security / IT Security Specialist
Seiring meningkatnya ancaman siber, Cyber Security / IT Security Specialist menjadi role IT yang semakin sering di-staffing oleh perusahaan. Keamanan sistem kini bukan lagi opsi, melainkan kebutuhan utama untuk melindungi data, reputasi, dan kelangsungan bisnis.
Tanggung jawab utama IT Security Specialist:
- Monitoring keamanan sistem
- Vulnerability assessment
- Incident response
- Compliance dan security awareness
Mengapa IT Security sering di-staffing:
- Skill sangat langka dan mahal
- Kebutuhan meningkat saat audit atau insiden
- Banyak perusahaan membutuhkan expertise tanpa full-time hire
Role ini sangat penting terutama bagi:
- Perusahaan finansial
- Perusahaan dengan data sensitif
- Organisasi yang tunduk pada regulasi
Dengan risiko siber yang terus berkembang, IT Security Specialist menjadi role strategis yang sering diisi melalui IT staffing untuk menjaga ketahanan digital perusahaan.
Menjawab Kebutuhan 10 Role IT Strategis Melalui IT Staffing & Headhunting
Setelah memahami berbagai role IT yang paling sering di-staffing oleh perusahaan, tantangan berikutnya adalah bagaimana kebutuhan tersebut dapat dipenuhi secara tepat, cepat, dan selaras dengan kebutuhan bisnis. Di tengah persaingan talenta IT yang semakin ketat, banyak perusahaan mulai beralih ke pendekatan IT Staffing & Headhunting untuk memastikan proyek digital, operasional sistem, dan inisiatif transformasi teknologi dapat berjalan tanpa hambatan sumber daya.
Melalui layanan IT Staffing & Headhunting dari MSBU, perusahaan dibantu untuk mengakses talenta IT yang tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga memahami konteks industri dan kebutuhan organisasi. MSBU mendampingi perusahaan dalam proses pemetaan kebutuhan role, seleksi talenta yang relevan, hingga penyesuaian skema kerja yang fleksibel, sehingga perusahaan dapat tetap fokus pada tujuan strategisnya. Pendekatan IT Staffing & Headhunting bersama MSBU membantu perusahaan untuk:
- Memenuhi kebutuhan role IT strategis dengan lebih cepat dan terukur
- Mendapatkan talenta IT siap kerja sesuai kebutuhan proyek atau fase bisnis
- Menjaga fleksibilitas biaya dan durasi kerja tanpa mengorbankan kualitas
- Mengurangi risiko salah rekrut melalui proses seleksi yang terstruktur dan profesional
Dengan pendekatan yang tepat, MSBU membantu perusahaan menjawab kebutuhan 10 role IT strategis secara lebih adaptif, efisien, dan berkelanjutan—sejalan dengan tuntutan bisnis dan teknologi yang terus berkembang.
Baca juga: Startup Hemat Biaya dan Waktu dengan IT Staffing—Begini Caranya
Kesimpulan
Perubahan bisnis dan teknologi menuntut perusahaan semakin adaptif dalam mengelola kebutuhan IT, dan IT staffing menjadi solusi strategis untuk menghadirkan talenta yang tepat secara cepat dan fleksibel. Sepuluh role IT yang dibahas, mulai dari Software Developer hingga Cyber Security Specialist merupakan role yang paling sering di-staffing karena dampaknya yang langsung terhadap operasional dan pertumbuhan bisnis. Dengan pendekatan IT Staffing & Headhunting yang tepat, seperti yang ditawarkan oleh MSBU, perusahaan dapat mengoptimalkan biaya, mempercepat eksekusi proyek, dan membangun keunggulan kompetitif di tengah persaingan yang semakin ketat.
Anda bisa mengunjungi MSBU Konsultan!, layanan IT staffing dan rekrutmen yang dapat membantu perusahaan Anda menemukan kandidat terbaik dengan lebih aman dan efisien.
