---
title: Kenapa Perusahaan Indonesia Semakin Sulit Mendapatkan Talent IT?
description: Perusahaan Indonesia kini menghadapi tantangan besar dalam merekrut talent IT. Simak penyebab dan solusinya agar tidak kalah dalam persaingan digital.
image: https://msbu.co.id/hubfs/futurism-perspective-digital-nomads-lifestyle.jpg
---

<https://msbu.co.id/blog/kenapa-perusahaan-indonesia-semakin-sulit-mendapatkan-talent-it#top>

[Skip to Content](https://msbu.co.id/blog/kenapa-perusahaan-indonesia-semakin-sulit-mendapatkan-talent-it#body)

[![MSBU Group](https://msbu.co.id/hs-fs/hubfs/W_Primary%20with%20no%20Slogan_No%20Bg2x.png?width=200&height=71&name=W_Primary%20with%20no%20Slogan_No%20Bg2x.png "MSBU Group")](https://msbu.co.id)

Toggle Menu

- Layanan
  
  Toggle children for Layanan
  
    - People
      
      Toggle children for People
      
          - [Managed Team, Headhunting & Frontier AI](https://msbu.co.id/id/layanan/managed-team-headhunting-frontier-ai)
    - Tech
      
      Toggle children for Tech
      
          - [Human Risk Management](https://sibermate.com)
          - [Device as a Service](https://msbu.co.id/id/layanan/daas)
    - Capital
      
      Toggle children for Capital
      
          - [Speed Pitching](https://msbu.co.id/layanan/speed-pitching)
- [Komunitas](https://msbu.co.id/id/frc)
- [Tentang](https://msbu.co.id/id/tentang)
- Resources
  
  Toggle children for Resources
  
    - [AI CV Scoring](https://msbu.co.id/ai-cv-scoring)
    - [Blog](https://msbu.co.id/blog)
    - [Panduan Gaji](https://msbu.co.id/id/panduan-gaji)

- [Konsultasi](https://msbu.co.id/meetings/msbu/consultation)

[back to blog](https://msbu.co.id/blog)

[Business](https://msbu.co.id/blog/topic/business)

# Kenapa Perusahaan Indonesia Semakin Sulit Mendapatkan Talent IT?

 Read Time **8 mins** | 16 Des 2025 | Written by: Nur Rachmi Latifa

<https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fmsbu.co.id%2Fblog%2Fkenapa-perusahaan-indonesia-semakin-sulit-mendapatkan-talent-it> <https://twitter.com/intent/tweet/?text=Kenapa+Perusahaan+Indonesia+Semakin+Sulit+Mendapatkan+Talent+IT%3F&url=https%3A%2F%2Fmsbu.co.id%2Fblog%2Fkenapa-perusahaan-indonesia-semakin-sulit-mendapatkan-talent-it> <https://www.linkedin.com/sharing/share-offsite/?url=https%3A%2F%2Fmsbu.co.id%2Fblog%2Fkenapa-perusahaan-indonesia-semakin-sulit-mendapatkan-talent-it> [mailto:?subject=Kenapa%20Perusahaan%20Indonesia%20Semakin%20Sulit%20Mendapatkan%20Talent%20IT%3F&body=https%3A%2F%2Fmsbu.co.id%2Fblog%2Fkenapa-perusahaan-indonesia-semakin-sulit-mendapatkan-talent-it](mailto:?subject=Kenapa%20Perusahaan%20Indonesia%20Semakin%20Sulit%20Mendapatkan%20Talent%20IT%3F&body=https%3A%2F%2Fmsbu.co.id%2Fblog%2Fkenapa-perusahaan-indonesia-semakin-sulit-mendapatkan-talent-it)

![futurism-perspective-digital-nomads-lifestyle](https://msbu.co.id/hs-fs/hubfs/futurism-perspective-digital-nomads-lifestyle.jpg?width=680&height=427&name=futurism-perspective-digital-nomads-lifestyle.jpg)

Di tengah percepatan transformasi digital, hampir semua **perusahaan Indonesia** kini bergantung pada teknologi untuk memperkuat daya saingnya. Dari sektor perbankan, manufaktur, hingga startup, kebutuhan akan **Talent IT** meningkat tajam. Namun ironisnya, banyak perusahaan justru kesulitan mengisi posisi-posisi penting di bidang teknologi. Fenomena ini bukan sekadar masalah rekrutmen biasa. Dalam beberapa tahun terakhir, data menunjukkan permintaan tenaga IT meningkat hingga puluhan persen per tahun, sementara suplai tidak tumbuh secepat itu. Akibatnya, **perusahaan Indonesia semakin sulit mendapatkan Talent IT** yang sesuai kebutuhan—baik dari sisi skill, mindset, maupun kecepatan adaptasi terhadap perubahan teknologi. Mengapa hal ini terjadi? Dan apa strategi yang bisa dilakukan perusahaan agar tidak tertinggal dalam “perang talenta digital”?

## Permintaan Tenaga IT yang Melonjak Tajam

Percepatan digitalisasi telah mengubah hampir seluruh model bisnis di Indonesia. Setiap organisasi kini menempatkan peran **teknologi informasi (IT)** sebagai komponen strategis, bukan lagi sekadar fungsi pendukung. Perusahaan dari berbagai sektor berlomba-lomba memperkuat infrastruktur digital, membangun layanan daring yang efisien, hingga meningkatkan sistem keamanan siber untuk menjaga keberlangsungan operasional di tengah lanskap digital yang kompetitif. Dampaknya, permintaan terhadap **Talent IT** melonjak drastis dalam beberapa tahun terakhir.

Posisi seperti **software developer, data engineer, UI/UX designer, cyber security analyst**, dan **cloud specialist** kini menjadi incaran banyak perusahaan. Berdasarkan laporan LinkedIn *Emerging Jobs Report* dan studi World Economic Forum tentang transformasi digital di Asia, permintaan terhadap tenaga digital di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir, menjadikannya salah satu pasar dengan peningkatan kebutuhan **Talent IT** tertinggi di kawasan. Namun, kondisi ini juga menghadirkan tantangan baru, tidak semua perusahaan Indonesia memiliki daya saing yang cukup kuat untuk menarik atau mempertahankan talenta terbaik, terutama ketika harus bersaing dengan perusahaan multinasional dan startup global yang menawarkan kompensasi lebih tinggi serta fleksibilitas kerja yang lebih besar.

Selain itu, kecepatan perkembangan teknologi memperparah situasi. Munculnya teknologi baru seperti **artificial intelligence (AI)**, **cloud computing**, dan **data analytics** membuat banyak keahlian lama menjadi cepat usang. Skill yang relevan hari ini bisa saja tidak lagi dibutuhkan dalam dua atau tiga tahun ke depan. Akibatnya, terjadi kesenjangan kompetensi yang semakin lebar antara kebutuhan industri dan kemampuan tenaga kerja yang tersedia, mendorong perusahaan untuk beradaptasi lebih cepat dalam strategi rekrutmen dan pengembangan SDM mereka.

Baca juga: [Turnover Tinggi di Divisi IT: Penyebab dan Solusinya](https://msbu.co.id/blog/turnover-tinggi-di-divisi-it-penyebab-dan-solusinya)

## Ketidakseimbangan antara Kebutuhan dan Ketersediaan Skill

Salah satu penyebab utama mengapa **perusahaan Indonesia sulit mendapatkan Talent IT** adalah ketidakseimbangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri yang berubah sangat cepat. Banyak lulusan IT masih berfokus pada teori dasar dan belum memiliki pengalaman praktis yang relevan. Kurikulum di sebagian besar kampus belum sepenuhnya menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi terkini seperti *DevOps*, *Artificial Intelligence (AI)*, *Machine Learning (ML)*, dan keamanan siber berbasis *cloud*. Akibatnya, meskipun jumlah lulusan IT terus bertambah setiap tahun, hanya sebagian kecil yang benar-benar siap untuk langsung bekerja di dunia industri.

Selain itu, banyak mahasiswa IT yang minim paparan terhadap proyek nyata atau kolaborasi lintas disiplin. Padahal, dunia kerja saat ini menuntut lebih dari sekadar kemampuan teknis. Perusahaan membutuhkan individu yang mampu beradaptasi, berpikir kritis, memahami kebutuhan bisnis, serta berkomunikasi dengan tim non-teknis. Sayangnya, keterampilan-keterampilan tersebut sering kali tidak terasah di lingkungan akademik yang masih terlalu fokus pada aspek teknis dan nilai akademis.

Kesenjangan ini semakin diperparah oleh fenomena **“talent war”**, di mana perusahaan besar dengan anggaran besar dapat menarik tenaga terbaik melalui tawaran gaji tinggi dan fasilitas menarik. Sementara itu, perusahaan menengah dan kecil harus bersaing dengan sumber daya yang terbatas, membuat mereka kesulitan mempertahankan atau bahkan merekrut talenta berkualitas. Jika ketimpangan ini terus berlanjut, maka krisis ketersediaan Talent IT di Indonesia akan semakin melebar, menghambat laju transformasi digital nasional.

## Kompetisi Global dan Fenomena Brain Drain

Globalisasi dunia kerja telah membuka peluang baru bagi para profesional teknologi, namun sekaligus menghadirkan tantangan besar bagi perusahaan lokal. Kini, **Talent IT Indonesia** tidak perlu lagi berpindah negara untuk bekerja di perusahaan asing. Dengan berkembangnya sistem kerja *remote*, mereka dapat bekerja untuk perusahaan di Singapura, Eropa, atau Amerika dengan gaji yang jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata perusahaan dalam negeri. 

Fenomena ini memunculkan apa yang disebut sebagai **“brain drain digital”**, di mana banyak talenta terbaik memilih untuk berkarier di pasar global.  Bagi perusahaan Indonesia, situasi ini menjadi kehilangan besar dan bukan hanya karena hilangnya tenaga berpengalaman, tetapi juga karena berkurangnya figur mentor yang dapat membimbing generasi berikutnya di dunia teknologi nasional. Beberapa faktor utama yang mendorong meningkatnya minat talenta Indonesia untuk bekerja di luar negeri antara lain:

- Gaji dan tunjangan yang jauh lebih kompetitif di luar negeri.
- Lingkungan kerja fleksibel dan kultur yang lebih terbuka.
- Akses terhadap proyek global yang menantang dan berdampak luas.
- Kejelasan jenjang karier serta pengakuan profesional yang lebih tinggi.

Akibat dari tren ini, **perusahaan lokal kini tidak hanya bersaing antar perusahaan dalam negeri**, tetapi juga dengan perusahaan global yang memiliki sumber daya lebih besar. Untuk tetap bertahan, perusahaan Indonesia harus mampu menyesuaikan strategi rekrutmen, kompensasi, dan pengelolaan talenta agar tidak terus kehilangan sumber daya terbaiknya ke pasar global.

## Tantangan dalam Proses Rekrutmen dan Retensi

Selain masalah ketersediaan tenaga kerja, banyak perusahaan Indonesia juga menghadapi kendala serius di sisi proses internal. Hal ini menyebabkan proses perekrutan menjadi lambat dan tingkat pergantian karyawan tetap tinggi meskipun kebutuhan talent terus meningkat.

### **Proses Rekrutmen yang Terlalu Lambat**

Dalam dunia digital yang bergerak cepat, perusahaan dituntut untuk memiliki sistem rekrutmen yang gesit dan responsif. Sayangnya, banyak organisasi masih menggunakan pola seleksi konvensional dengan tahapan panjang, birokratis, dan tidak adaptif terhadap ekspektasi generasi muda. Di saat pesaing sudah menerapkan model cepat seperti *interview in 24 hours* dan *offer in 3 days*, banyak kandidat potensial justru berpindah ke perusahaan lain sebelum proses seleksi selesai. Akibatnya, perusahaan kehilangan peluang untuk merekrut talenta terbaik hanya karena keterlambatan dalam pengambilan keputusan.

### **Kurangnya Employer Branding yang Kuat**

Generasi milenial dan Gen Z tidak lagi menilai perusahaan semata dari besaran gaji, tetapi juga dari nilai-nilai yang dipegang, lingkungan kerja yang inklusif, serta peluang pengembangan diri. Banyak perusahaan besar di Indonesia masih menganggap *employer branding* sekadar promosi lowongan kerja, padahal sejatinya ini adalah strategi membangun citra dan daya tarik jangka panjang bagi calon kandidat. Tanpa reputasi yang kuat di mata komunitas profesional IT, perusahaan akan sulit bersaing dengan startup atau perusahaan asing yang lebih menonjolkan budaya kerja fleksibel dan inovatif.

### **Tingginya Tingkat Turnover**

Salah satu tantangan terbesar dalam mempertahankan **Talent IT** adalah rasa stagnasi yang muncul ketika perusahaan gagal menyediakan tantangan dan jalur karier yang jelas. Banyak profesional IT memilih pindah kerja setelah 6–12 bulan karena merasa perkembangan kariernya terhenti atau menemukan tawaran yang lebih menarik di tempat lain. Perusahaan yang tidak menanamkan budaya belajar berkelanjutan, mentoring, dan sistem penghargaan berbasis kinerja akan terus kehilangan karyawan terbaiknya, dan ini berpotensi menurunkan produktivitas serta konsistensi proyek teknologi dalam jangka panjang.

Masalah retensi ini sama pentingnya dengan rekrutmen. Tidak cukup hanya menemukan talent yang tepat; perusahaan juga harus mampu **mempertahankan dan mengembangkan** mereka agar kompetensi yang sudah dibangun dapat terus memberikan nilai bagi bisnis.

## Kebutuhan Adaptasi Strategi Rekrutmen

Jika strategi lama tidak lagi efektif, maka sudah saatnya perusahaan Indonesia beradaptasi dengan pendekatan yang lebih modern. Saat ini, banyak perusahaan mulai menerapkan model **IT Staffing & Recruitment On-Demand**, strategi rekrutmen yang lebih fleksibel, cepat, dan efisien.

### **IT Staffing: Solusi Praktis untuk Kekurangan Talent**

Melalui model *staff augmentation*, perusahaan dapat memperoleh **Talent IT** berpengalaman tanpa harus melalui proses rekrutmen panjang. Vendor seperti **MSBU** menyediakan tenaga profesional siap kerja yang bisa langsung bergabung ke proyek, baik untuk kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang.  
Pendekatan ini memberikan keuntungan nyata bagi perusahaan, antara lain:

### **Recruitment On-Demand: Cepat, Tepat, dan Terukur**

Pendekatan ini cocok bagi perusahaan yang perlu mengisi posisi strategis dalam waktu singkat. Dengan jaringan kandidat yang luas dan sistem seleksi berbasis teknologi, mitra seperti **MSBU** membantu perusahaan menemukan **Talent IT terbaik** yang sesuai kebutuhan dan kultur organisasi. Selain mempercepat proses rekrutmen, model ini juga memungkinkan perusahaan tetap fokus pada kegiatan inti bisnis, sementara proses pencarian dan penyaringan kandidat ditangani oleh mitra yang ahli di bidangnya.

Dengan dua pendekatan ini, perusahaan dapat menyesuaikan strategi rekrutmennya terhadap dinamika pasar tenaga kerja digital yang semakin kompetitif tanpa kehilangan kecepatan, efisiensi, maupun kualitas.

## Langkah Strategis untuk Mengatasi Krisis Talent IT

Agar dapat bersaing dalam perebutan talenta digital, perusahaan Indonesia perlu mengambil langkah-langkah strategis yang berkelanjutan. Bukan hanya untuk menarik talenta terbaik, tetapi juga untuk mempertahankan mereka dalam jangka panjang. Berikut beberapa strategi yang dapat diterapkan:

- **Bangun budaya digital yang menarik**Talent IT cenderung memilih perusahaan yang terbuka terhadap inovasi, kolaborasi, dan fleksibilitas. Budaya kerja yang adaptif dan inklusif dapat menjadi daya tarik utama dibandingkan sekadar kompensasi finansial.

- **Investasikan pada pengembangan skill internal**Daripada terus mencari dari luar, perusahaan dapat mengembangkan *upskilling* dan *reskilling* bagi karyawan yang sudah ada. Program pelatihan internal membantu membentuk *talent pipeline* jangka panjang sekaligus meningkatkan loyalitas karyawan.

- **Perkuat employer branding digital**Reputasi perusahaan sebagai tempat ideal bagi profesional IT kini menjadi faktor penting. Gunakan media sosial, artikel blog, dan testimoni karyawan untuk menonjolkan kultur positif, nilai perusahaan, dan peluang pengembangan karier.

- **Gunakan partner rekrutmen yang tepat**Menggandeng mitra seperti **MSBU**, yang berfokus pada *IT Staffing & Recruitment On-Demand*, dapat mempercepat proses rekrutmen sekaligus memastikan kecocokan kandidat. Partner yang memahami ekosistem teknologi di Indonesia mampu menemukan *Talent IT* sesuai karakter dan kebutuhan bisnis Anda.

- **Ciptakan jalur karier yang jelas**Talent IT ingin melihat arah pertumbuhan mereka, baik dari sisi kompetensi maupun posisi. Jalur karier yang transparan dan terstruktur akan meningkatkan motivasi, keterikatan, serta retensi talenta jangka panjang.

Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, perusahaan Indonesia dapat memperkuat daya saingnya di pasar tenaga kerja digital, sekaligus membangun fondasi sumber daya manusia yang siap menghadapi masa depan teknologi.

Baca juga:[5 Penyebab Proses Rekrutmen IT Memakan Waktu Lama](https://msbu.co.id/blog/5-penyebab-proses-rekrutmen-it-memakan-waktu-lama)

## Kesimpulan

Krisis **Talent IT** di Indonesia bukan sekadar isu sementara, melainkan bagian dari perubahan besar dalam lanskap dunia kerja. Perusahaan Indonesia semakin sulit mendapatkan Talent IT karena meningkatnya permintaan global, kesenjangan skill, dan strategi rekrutmen yang belum beradaptasi dengan realitas digital.

Solusi yang efektif tidak hanya tentang menaikkan gaji atau memberi benefit tambahan, melainkan membangun ekosistem talenta yang menarik dan berkelanjutan yaitu mulai dari penguatan *employer branding*, peningkatan pelatihan internal, hingga kolaborasi strategis dengan mitra staffing profesional seperti **MSBU**.

Sebagai mitra rekrutmen terpercaya, **MSBU** membantu perusahaan menemukan dan mengelola Talent IT yang tepat dengan pendekatan cepat, fleksibel, dan berbasis kebutuhan bisnis. Dengan dukungan yang tepat, perusahaan dapat beradaptasi lebih cepat terhadap perubahan dan memastikan pertumbuhan berkelanjutan di era digital yang penuh kompetisi.

**Anda bisa mengunjungi  [MSBU Konsultan!](https://msbu.co.id/id/layanan/it-staffing-headhunting)<https://www.msbu.co.id/?_gl=1*53b9fg*_gcl_au*NDY5NTE3OTkxLjE3NDgzNDEzNDguNzI4MDM3ODg1LjE3NTAzODU2NjIuMTc1MDM4NTY2Ng..*_ga*MTc0NTgxODQwLjE3MjQ4MzMwMTE.*_ga_KTVF4DKT8Q*czE3NTM0MzY5MzQkbzEkZzEkdDE3NTM0MzY5NDckajQ5JGwwJGgxNjc1MzQ0NTM3>, layanan IT staffing dan rekrutmen yang dapat membantu perusahaan Anda menemukan kandidat terbaik dengan lebih aman dan efisien.**

 

![](https://msbu.co.id/hubfs/Nur%20Rachmi%20Latifa.png)

[mailto:null](mailto:null) <https://www.linkedin.com/in/nurrachmilatifa> <https://msbu.co.id>

##### Nur Rachmi Latifa

Nur Rachmi Latifa adalah praktisi Digital Marketing di MSBU Group yang menulis seputar dunia kerja, rekrutmen dan IT staffing, manajemen talenta, serta pengembangan bisnis. Ia menyusun panduan praktis untuk membantu perusahaan dan profesional mengambil keputusan yang lebih tepat seputar SDM dan teknologi.

Share the Love

<https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fmsbu.co.id%2Fblog%2Fkenapa-perusahaan-indonesia-semakin-sulit-mendapatkan-talent-it> <https://twitter.com/intent/tweet/?text=Kenapa+Perusahaan+Indonesia+Semakin+Sulit+Mendapatkan+Talent+IT%3F&url=https%3A%2F%2Fmsbu.co.id%2Fblog%2Fkenapa-perusahaan-indonesia-semakin-sulit-mendapatkan-talent-it> <https://www.linkedin.com/sharing/share-offsite/?url=https%3A%2F%2Fmsbu.co.id%2Fblog%2Fkenapa-perusahaan-indonesia-semakin-sulit-mendapatkan-talent-it> [mailto:?subject=Kenapa%20Perusahaan%20Indonesia%20Semakin%20Sulit%20Mendapatkan%20Talent%20IT%3F&body=https%3A%2F%2Fmsbu.co.id%2Fblog%2Fkenapa-perusahaan-indonesia-semakin-sulit-mendapatkan-talent-it](mailto:?subject=Kenapa%20Perusahaan%20Indonesia%20Semakin%20Sulit%20Mendapatkan%20Talent%20IT%3F&body=https%3A%2F%2Fmsbu.co.id%2Fblog%2Fkenapa-perusahaan-indonesia-semakin-sulit-mendapatkan-talent-it)

You May Like These

## Related Articles

![](https://msbu.co.id/hs-fs/hubfs/futuristic-business-scene-with-ultra-modern-ambiance-2.jpg?width=700&name=futuristic-business-scene-with-ultra-modern-ambiance-2.jpg)

 Januari 30, 2026 | Hiring

### [Peran Networking dan Referral dalam Menarik Kandidat Pasif](https://msbu.co.id/blog/peran-networking-dan-referral-dalam-menarik-kandidat-pasif)

![](https://msbu.co.id/hs-fs/hubfs/123584.jpg?width=700&name=123584.jpg)

 April 24, 2026 | Hiring

### [Posisi IT yang Paling Sulit Direkrut di Tahun Ini](https://msbu.co.id/blog/posisi-it-yang-paling-sulit-direkrut-di-tahun-ini)

![](https://msbu.co.id/hs-fs/hubfs/team-software-engineers-doing-brainstorming-office.jpg?width=700&name=team-software-engineers-doing-brainstorming-office.jpg)

 Januari 20, 2026 | Business

### [7 Kesalahan Umum dalam Membentuk Tim IT Internal](https://msbu.co.id/blog/7-kesalahan-umum-dalam-membentuk-tim-it-internal)

[![W\_Primary Logo\_No Bg\_white2x](https://msbu.co.id/hs-fs/hubfs/W_Primary%20Logo_No%20Bg_white2x.png?width=220&height=80&name=W_Primary%20Logo_No%20Bg_white2x.png "W_Primary Logo_No Bg_white2x")](https://msbu.co.id)

**PT MSBU Artha Investama **  
Tel : +(62) 21-5890-5002

Graha Pena Lantai 7, Unit 706  
Jl. Raya Kby. Lama, No. 12  
Jakarta Selatan 12210, Indonesia 

<https://www.linkedin.com/company/msbugroup/> <https://www.instagram.com/msbugroup/>

Ekosistem

- [Managed Team, Headhunting & Frontier AI](https://msbu.co.id/id/layanan/managed-team-headhunting-frontier-ai)
- [Human Risk Management](https://sibermate.com)
- [Device as a Service](https://msbu.co.id/id/layanan/daas)
- [Speed Pitching](https://msbu.co.id/layanan/speed-pitching)

Resources

- [AI CV Scoring](https://msbu.co.id/ai-cv-scoring)
- [Blog](https://msbu.co.id/blog)
- [Panduan Gaji](https://msbu.co.id/id/panduan-gaji)

Perusahaan

- [Tentang](https://msbu.co.id/id/tentang)
- [Komunitas](https://msbu.co.id/id/frc)

© 2026 MSBU Group. All rights reserved.

[Privacy Notice](https://msbu.co.id/id/privacy-notice)

![Icon](https://sibermate.com/hubfs/Mira%20Sibera/whatsapp-brands.svg) Buna

```json
{
  "@context" : "https://schema.org",
  "@type" : "BlogPosting",
  "author" : {
    "@type" : "Person",
    "name" : "Nur Rachmi Latifa",
    "url" : "https://msbu.co.id/blog/author/nur-rachmi-latifa"
  },
  "dateModified" : "2025-12-16T03:30:00.706Z",
  "datePublished" : "2025-12-16T03:30:00.000Z",
  "headline" : "Kenapa Perusahaan Indonesia Semakin Sulit Mendapatkan Talent IT?",
  "image" : [ "https://msbu.co.id/hubfs/futurism-perspective-digital-nomads-lifestyle.jpg" ],
  "mainEntityOfPage" : {
    "@id" : "https://msbu.co.id/blog/kenapa-perusahaan-indonesia-semakin-sulit-mendapatkan-talent-it",
    "@type" : "WebPage"
  },
  "publisher" : {
    "@type" : "Organization",
    "logo" : {
      "@type" : "ImageObject",
      "url" : "https://msbu.co.id/hubfs/W_Primary%20with%20no%20Slogan_No%20Bg2x.png"
    },
    "name" : "PT MSBU Konsultan Indonesia"
  }
}
```