Perkembangan teknologi digital membawa dampak besar bagi dunia kerja, termasuk munculnya berbagai peluang karir cybersecurity. Namun, hingga saat ini masih banyak anggapan bahwa karir cybersecurity hanya bisa dimasuki oleh orang berlatar belakang teknologi atau IT. Faktanya, kebutuhan tenaga cybersecurity justru semakin meluas ke bidang non-teknologi. Organisasi modern menyadari bahwa ancaman siber tidak hanya berasal dari kelemahan sistem, tetapi juga dari perilaku manusia, proses kerja, kebijakan internal, dan pengelolaan risiko.
Cybersecurity saat ini tidak lagi hanya berbicara tentang teknologi seperti firewall, server, atau malware. Dalam praktiknya, banyak insiden keamanan siber justru terjadi bukan karena sistem yang lemah, tetapi karena cara manusia berinteraksi dengan teknologi tersebut. Kesalahan kecil dalam mengambil keputusan, kurangnya pemahaman risiko, hingga proses kerja yang tidak disiplin sering kali menjadi pintu masuk utama bagi serangan siber. Beberapa faktor non-teknis yang paling sering memicu insiden cybersecurity antara lain:
Berbagai laporan industri menunjukkan bahwa sebagian besar insiden cybersecurity melibatkan faktor manusia. Karena itu, organisasi membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh—menggabungkan manusia, proses, dan tata kelola, bukan hanya mengandalkan teknologi. Inilah yang membuat peluang karir cybersecurity terbuka luas bagi talenta non-teknologi, yang mampu menjembatani keamanan siber dengan perilaku, budaya kerja, dan kebutuhan bisnis sehari-hari.
Baca juga: Cara Berkomunikasi Efektif di Lingkungan Kerja Profesional
Karir cybersecurity untuk non-teknologi merujuk pada peran di bidang keamanan siber yang tidak menuntut kemampuan teknis mendalam seperti coding, network engineering, atau penetration testing. Peran ini lebih berfokus pada bagaimana keamanan diterapkan, dipahami, dan dijalankan dalam aktivitas organisasi sehari-hari, terutama dari sisi manusia, proses, dan pengambilan keputusan. Secara umum, fokus utama peran non-teknologi dalam cybersecurity meliputi:
Meski tidak bersifat teknis, peran-peran ini memiliki kontribusi strategis dalam menjaga keamanan organisasi secara berkelanjutan. Untuk memahami bagaimana peran tersebut diterjemahkan ke dalam pekerjaan nyata, pembahasan selanjutnya akan mengulas jenis peluang karir cybersecurity untuk non-teknologi yang paling relevan dan banyak dibutuhkan saat ini.
Peran ini berfokus pada upaya membangun pemahaman dan kebiasaan aman karyawan dalam menggunakan teknologi sehari-hari. Cybersecurity Awareness & Training Specialist menjadi garda terdepan dalam mengurangi risiko siber yang bersumber dari kesalahan manusia, melalui edukasi yang relevan dan mudah dipahami oleh seluruh lapisan organisasi.
Tanggung jawab utama:
Latar belakang yang relevan:
Peran ini merupakan salah satu peluang karir cybersecurity dengan permintaan tertinggi, terutama di perusahaan besar, sektor keuangan, dan industri yang memiliki risiko tinggi terhadap kebocoran data.
Governance, Risk, and Compliance (GRC) memainkan peran penting dalam memastikan cybersecurity dijalankan secara terstruktur, terdokumentasi, dan selaras dengan regulasi yang berlaku. Posisi ini menjadi penghubung antara kebutuhan bisnis, kewajiban hukum, dan praktik keamanan siber.
Tanggung jawab utama:
Latar belakang yang sesuai:
GRC dikenal sebagai jalur karir cybersecurity non-teknologi yang stabil, strategis, dan berjangka panjang, karena selalu dibutuhkan di berbagai industri.
Cyber Risk Analyst non-teknis berfokus pada pemahaman risiko siber dari sudut pandang bisnis, bukan dari sisi teknis sistem. Peran ini membantu organisasi melihat ancaman siber sebagai risiko nyata terhadap operasional, keuangan, dan reputasi perusahaan.
Fokus utama peran ini:
Peran ini cocok bagi profesional dengan latar belakang bisnis, manajemen, atau risk management yang terbiasa berpikir strategis dan berbasis dampak.
Saat insiden cybersecurity terjadi, organisasi tidak hanya membutuhkan solusi teknis, tetapi juga koordinasi yang cepat dan terstruktur. Incident Response Coordinator non-teknis memastikan seluruh proses penanganan insiden berjalan rapi dan terdokumentasi dengan baik.
Tanggung jawab utama:
Skill kunci:
Peran ini sangat krusial dalam menjaga kepercayaan manajemen, regulator, dan pemangku kepentingan saat insiden siber terjadi.
Cybersecurity Policy & Documentation Specialist memastikan bahwa kebijakan keamanan tidak hanya ada di atas kertas, tetapi juga dapat dipahami dan diterapkan secara nyata oleh karyawan. Tanpa dokumentasi yang jelas, teknologi keamanan sering kali gagal dijalankan dengan benar.
Tugas utama:
Peran ini cocok untuk profesional di bidang dokumentasi, legal, dan konsultan yang terbiasa bekerja dengan kebijakan, standar, dan prosedur operasional.
Human Risk & Behavioral Security Specialist berfokus pada aspek perilaku manusia sebagai faktor utama dalam cybersecurity. Peran ini muncul seiring kesadaran bahwa teknologi tidak akan efektif tanpa perubahan perilaku pengguna.
Cakupan peran:
Latar belakang yang relevan untuk peran ini meliputi psikologi, behavioral science, dan HR, menjadikannya salah satu jalur karir cybersecurity paling human-centric saat ini.
Karir cybersecurity untuk non-teknologi tidak menuntut kemampuan teknis seperti coding atau konfigurasi sistem, namun tetap membutuhkan cara berpikir yang tepat. Profesional non-teknologi di bidang cybersecurity dituntut mampu melihat risiko secara menyeluruh—bukan hanya dari sisi teknologi, tetapi juga dari sudut pandang manusia, proses kerja, dan dampaknya terhadap bisnis. Karena itu, kemampuan analisis dan komunikasi menjadi fondasi utama dalam peran ini. Skill dasar yang dibutuhkan meliputi:
Selain skill dasar, terdapat skill pendukung yang membantu profesional non-teknologi berkontribusi lebih efektif dalam lingkungan cybersecurity. Skill ini tidak bersifat teknis mendalam, tetapi penting untuk memahami konteks ancaman dan bagaimana risiko tersebut dikelola dalam organisasi. Skill pendukung yang relevan antara lain:
Pada akhirnya, yang paling penting bukan kemampuan teknis, melainkan kemampuan memahami konteks, membaca pola risiko, dan menilai dampaknya terhadap manusia dan bisnis secara nyata.
Sertifikasi cybersecurity tidak selalu menjadi syarat wajib, terutama bagi peran non-teknologi. Namun, sertifikasi dapat menjadi nilai tambah untuk menunjukkan pemahaman dasar, komitmen belajar, dan kredibilitas profesional—terutama bagi Anda yang baru masuk ke dunia cybersecurity tanpa latar belakang IT. Beberapa sertifikasi yang relatif ramah bagi non-teknologi antara lain:
Meski demikian, di banyak organisasi, pengalaman praktis dan kemampuan memahami konteks bisnis sering kali lebih dihargai dibanding sertifikasi teknis semata. Sertifikasi sebaiknya diposisikan sebagai pendukung, bukan satu-satunya modal.
Permintaan tenaga cybersecurity terus meningkat secara global seiring bertambahnya ancaman siber dan regulasi yang semakin ketat. Organisasi kini menyadari bahwa keamanan siber tidak hanya membutuhkan engineer, tetapi juga profesional non-teknologi yang mampu menjembatani aspek teknis dengan manusia dan proses bisnis. Profesional non-teknologi dibutuhkan untuk:
Secara umum, karir cybersecurity menawarkan:
Memulai karir cybersecurity tanpa latar belakang IT sangat memungkinkan jika dilakukan secara bertahap dan realistis. Banyak profesional cybersecurity saat ini justru berasal dari bidang non-teknologi dan berkembang melalui pengalaman langsung di organisasi. Langkah-langkah yang dapat dilakukan antara lain:
Faktanya, banyak profesional sukses di bidang cybersecurity memulai dari peran non-teknologi, lalu berkembang seiring meningkatnya pengalaman dan pemahaman mereka terhadap risiko siber.
Baca juga: Cara Beradaptasi dengan Dunia Kerja bagi Fresh Graduate
Cybersecurity bukan lagi bidang eksklusif bagi teknisi atau programmer. Di tengah meningkatnya ancaman siber dan tuntutan kepatuhan, peluang karir cybersecurity untuk non-teknologi semakin luas dan strategis, karena organisasi membutuhkan individu yang mampu mengelola risiko, mengubah perilaku, menyusun kebijakan, serta mengkomunikasikan keamanan secara efektif. Jika Anda mencari karir yang relevan, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi bisnis dan manusia, karir cybersecurity layak dipertimbangkan—bahkan tanpa latar belakang teknologi.
Temukan Lowongan Pekerjaan Di MSBU Konsultan!