Blog MSBU | Tips & Insight Dunia IT Recruitment

Hal yang Sebaiknya Tidak Ditulis di CV

Written by Nur Rachmi Latifa | 09 Feb 2026

Dalam proses melamar pekerjaan, CV menjadi senjata utama untuk menarik perhatian perekrut. Tak sedikit pelamar yang berpikir bahwa semakin banyak informasi yang dituliskan, maka semakin besar pula peluang untuk lolos seleksi. Padahal kenyataannya justru sebaliknya. Ada banyak informasi yang tidak ditulis di CV karena berpotensi menurunkan nilai profesional Anda di mata HR. Banyak kandidat gagal bukan karena kurang kompeten, tetapi karena CV mereka berisi hal-hal yang tidak relevan, terlalu personal, atau bahkan menimbulkan persepsi negatif.

Mengapa Tidak Semua Informasi Perlu Ditulis di CV?

CV bukan autobiografi. CV adalah ringkasan strategis yang bertujuan menunjukkan seberapa besar kecocokan Anda dengan posisi yang dilamar. Perekrut hanya memiliki waktu singkat untuk membaca satu CV, sehingga informasi yang terlalu banyak, tidak relevan, atau kurang penting justru dapat mengaburkan keunggulan utama yang seharusnya Anda tonjolkan.

Dengan kata lain, CV yang baik bukan tentang “berapa banyak” informasi yang ditulis, melainkan seberapa tepat dan relevan informasi tersebut bagi kebutuhan perusahaan. Oleh karena itu, memahami apa saja yang tidak ditulis di CV menjadi sama pentingnya dengan mengetahui apa yang harus dicantumkan. Mengetahui informasi apa saja yang sebaiknya tidak ditulis di CV akan membantu Anda untuk:

  • Menyampaikan pesan yang lebih jelas kepada HR, sehingga kompetensi dan pengalaman utama Anda lebih mudah dipahami
  • Meningkatkan peluang dipanggil interview, karena CV terlihat lebih fokus dan profesional
  • Menghindari bias atau penilaian negatif sejak awal, baik terkait usia, komitmen kerja, maupun profesionalisme

Berikut ini adalah daftar lengkap informasi yang sebaiknya Anda hindari dalam CV agar peluang lolos ke tahap rekrutmen berikutnya semakin besar.

Baca juga: Cara Beradaptasi dengan Dunia Kerja bagi Fresh Graduate

1. Pengalaman Kerja yang Tidak Relevan

Salah satu kesalahan paling umum dalam penyusunan CV adalah mencantumkan seluruh pengalaman kerja tanpa melakukan seleksi. Padahal, pengalaman kerja yang tidak relevan justru dapat mengaburkan keahlian utama Anda dan membuat CV terlihat kurang fokus. Ketika perekrut membaca CV, mereka ingin dengan cepat memahami apakah latar belakang Anda sesuai dengan kebutuhan posisi yang sedang dibuka.

Sebagai contoh, melamar posisi Digital Marketing tetapi mencantumkan pengalaman sebagai kasir paruh waktu tanpa penjelasan konteks yang relevan dapat menimbulkan kesan bahwa Anda tidak memiliki arah karier yang jelas. Oleh karena itu, CV yang efektif sebaiknya hanya menampilkan pengalaman kerja yang relevan dengan posisi yang dilamar. Jika Anda tetap ingin mencantumkan pengalaman yang kurang relevan, pastikan Anda menonjolkan transferable skills seperti kemampuan komunikasi, manajemen waktu, atau kerja tim agar pengalaman tersebut tetap memberikan nilai tambah.

2. Alamat Rumah Lengkap

Pada masa lalu, mencantumkan alamat rumah lengkap sering dianggap sebagai bagian wajib dalam CV. Namun, seiring perubahan proses rekrutmen yang kini serba digital, informasi tersebut sudah tidak lagi relevan. Bahkan, mencantumkan alamat rumah secara lengkap justru dapat menimbulkan risiko privasi dan keamanan data pribadi.

Alison Doyle, career expert dari Indeed Career Guide, menyatakan bahwa mencantumkan alamat rumah lengkap di CV sudah tidak relevan di era rekrutmen digital. Menurutnya, perekrut tidak membutuhkan alamat fisik kandidat pada tahap awal seleksi, dan informasi tersebut tidak memengaruhi penilaian kompetensi maupun kecocokan kandidat dengan posisi yang dilamar. Oleh karena itu, pelamar cukup mencantumkan informasi kontak yang benar-benar dibutuhkan oleh perekrut, yaitu:

  • Alamat email profesional
  • Nomor kontak aktif yang mudah dihubungi
  • Akun LinkedIn atau profil profesional lainnya (jika relevan)

Dengan demikian, alamat rumah lengkap merupakan salah satu contoh informasi yang tidak ditulis di CV modern karena tidak berpengaruh terhadap penilaian kemampuan, pengalaman, maupun potensi profesional Anda.

3. Hobi yang Tidak Berkaitan dengan Pekerjaan

Hobi sering kali dianggap sebagai cara untuk menunjukkan kepribadian. Namun, mencantumkan hobi yang tidak relevan justru bisa mengurangi kesan profesional. Menuliskan hobi seperti “menonton drama” atau “bermain game” tanpa konteks tidak memberikan nilai tambah bagi CV. Perekrut lebih tertarik pada kemampuan dan kontribusi nyata Anda di dunia kerja. Hobi hanya layak dicantumkan jika:

  • Berkaitan langsung dengan posisi yang dilamar
  • Menghasilkan karya atau prestasi tertentu
  • Menunjukkan skill unik yang relevan

Jika tidak memenuhi kriteria tersebut, maka hobi termasuk hal yang tidak ditulis di CV.

4. Informasi Palsu atau Dilebih-lebihkan

Kejujuran merupakan prinsip paling mendasar dalam menyusun CV. Namun dalam praktiknya, tidak sedikit pelamar yang tergoda untuk “mempercantik” CV dengan menambahkan atau melebih-lebihkan informasi, baik terkait jabatan, pencapaian, maupun kemampuan teknis. Padahal, informasi yang tidak sepenuhnya benar justru dapat menjadi bumerang ketika perekrut melakukan proses verifikasi atau menggali lebih dalam saat wawancara.

Menurut Rosemary Haefner, Kepala HR CareerBuilder, kebohongan dalam CV adalah salah satu alasan utama kandidat langsung didiskualifikasi dari proses rekrutmen. Dampaknya pun tidak ringan, mulai dari hilangnya kesempatan kerja hingga rusaknya reputasi profesional dalam jangka panjang. Oleh karena itu, informasi palsu atau dilebih-lebihkan merupakan contoh paling fatal dari hal yang tidak ditulis di CV, karena dapat memengaruhi kepercayaan dan perjalanan karier Anda ke depannya.

5. Tahun Lulus Perguruan Tinggi

Mencantumkan tahun lulus kuliah sering kali dianggap sepele, tetapi ternyata bisa menimbulkan bias usia. Catherine Jewell, penulis buku New Resume, New Career, menyarankan agar pelamar tidak mencantumkan tahun kelulusan, terutama untuk posisi menengah ke atas. Informasi ini dapat membuat perekrut:

  • Menganggap Anda terlalu muda dan belum berpengalaman
  • Menerapkan standar berbeda saat interview

Jika Anda sudah memiliki pengalaman kerja, tahun lulus termasuk informasi yang tidak ditulis di CV karena tidak lagi relevan dengan kompetensi profesional Anda.

6. Alamat Email yang Tidak Profesional

Alamat email adalah detail kecil yang berdampak besar. Email dengan nama “alay”, berlebihan, atau tidak serius dapat langsung menurunkan kesan profesional Anda. Contoh email yang sebaiknya dihindari:

  • Nama dengan kombinasi angka dan simbol berlebihan
  • Julukan atau kata-kata tidak formal

Gunakan format sederhana seperti nama lengkap atau kombinasi nama dan inisial. Alamat email yang tidak profesional jelas termasuk hal yang tidak ditulis di CV jika Anda ingin dianggap serius oleh perekrut.

7. Nomor Kontak Bisnis Lama

Mencantumkan nomor kontak bisnis lama atau nomor kantor dari perusahaan sebelumnya dapat menimbulkan kebingungan dalam proses rekrutmen. Perekrut bisa saja menghubungi nomor tersebut dan tidak berhasil tersambung dengan Anda, atau justru berbicara dengan pihak yang tidak berkepentingan. Situasi ini bukan hanya menghambat proses komunikasi, tetapi juga bisa memberi kesan kurang rapi dan tidak profesional dalam mengelola informasi pribadi.

Selain itu, penggunaan nomor bisnis lama juga dapat menyulitkan Anda sendiri dalam membedakan panggilan yang bersifat pribadi dan profesional. Untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya gunakan satu nomor pribadi yang aktif, mudah dihubungi, dan khusus Anda kelola selama proses melamar kerja. Karena berpotensi mengganggu kelancaran komunikasi, nomor kontak bisnis lama termasuk informasi yang tidak ditulis di CV.

8. Riwayat Pendidikan dan Pekerjaan yang Sudah Usang

Menuliskan seluruh riwayat pendidikan dan pekerjaan sejak awal karier sering kali membuat CV terlalu panjang dan tidak fokus. Perekrut umumnya hanya tertarik pada pengalaman terbaru dan paling relevan. Sebagai aturan umum:

  • Cantumkan pengalaman kerja maksimal 10 tahun terakhir
  • Fokus pada pencapaian, bukan sekadar daftar pekerjaan

Informasi lama yang tidak relevan termasuk kategori tidak ditulis di CV karena tidak mencerminkan kemampuan Anda saat ini.

9. Informasi IPK yang Sudah Tidak Relevan

Bagi fresh graduate, informasi IPK masih sering menjadi salah satu pertimbangan awal dalam proses rekrutmen. Namun, seiring bertambahnya pengalaman kerja, IPK tidak lagi menjadi indikator utama dalam menilai kualitas dan potensi seorang kandidat. Jika Anda telah memiliki pengalaman kerja lebih dari dua tahun, mencantumkan IPK justru tidak memberikan nilai tambah yang signifikan. Pada tahap ini, perekrut umumnya akan lebih fokus menilai aspek-aspek berikut:

  • Pengalaman kerja yang relevan dengan posisi yang dilamar
  • Skill praktis dan kemampuan teknis yang dapat langsung diterapkan
  • Kontribusi nyata di perusahaan sebelumnya, baik dalam bentuk pencapaian maupun tanggung jawab

Oleh karena itu, bagi profesional berpengalaman, IPK termasuk informasi yang tidak ditulis di CV, karena tidak lagi mencerminkan kompetensi dan nilai profesional Anda saat ini.

10. Pengalaman Kerja dengan Durasi Sangat Singkat

Mencantumkan pengalaman kerja dengan durasi yang sangat singkat berpotensi menimbulkan persepsi negatif di mata perekrut. Tanpa penjelasan yang memadai, pengalaman kerja seperti ini dapat menimbulkan berbagai asumsi yang merugikan Anda sebagai kandidat. Beberapa penilaian yang mungkin muncul dari sudut pandang perekrut antara lain:

  • Sulit beradaptasi dengan lingkungan kerja, karena dianggap tidak mampu bertahan dalam tekanan atau tuntutan pekerjaan
  • Kurang memiliki komitmen jangka panjang, sehingga dikhawatirkan akan cepat berpindah pekerjaan di kemudian hari

Jika pengalaman kerja tersebut hanya berlangsung dalam waktu singkat dan tidak relevan dengan posisi yang dilamar, sebaiknya tidak dicantumkan dalam CV. Lebih baik Anda fokus menampilkan pengalaman yang paling relevan, stabil, dan mencerminkan kontribusi nyata. Seleksi pengalaman kerja yang tepat merupakan salah satu kunci utama untuk menciptakan CV yang efektif, profesional, dan meyakinkan di mata perekrut.

Baca juga: Peluang Karir Cybersecurity untuk Non-Teknologi

Kesimpulan

Menyusun CV bukan soal menuliskan sebanyak mungkin informasi, melainkan memilih informasi yang paling relevan dan bernilai. Mengetahui apa saja yang tidak ditulis di CV akan membantu Anda tampil lebih fokus, profesional, dan meyakinkan di mata perekrut. Dengan menghindari informasi yang tidak relevan, terlalu personal, atau berpotensi menimbulkan bias, peluang Anda untuk lolos ke tahap interview akan semakin besar. Ingat, CV yang baik bukan yang paling panjang, tetapi yang paling tepat sasaran. Jika Anda ingin meningkatkan kualitas CV dan peluang karier, mulailah dengan menghapus hal-hal yang seharusnya tidak ada di dalamnya.

Temukan Lowongan Pekerjaan Di MSBU Konsultan!