Pada dunia rekrutmen modern, dua metrik hampir selalu muncul dalam diskusi HR dan manajemen: Cost Per Hire dan Quality Hire. Keduanya sering kali diposisikan seolah saling bertentangan, menekan biaya atau mendapatkan kandidat terbaik. Padahal, keputusan yang terlalu berat ke salah satu sisi justru bisa berdampak buruk bagi bisnis. Artikel ini akan membahas secara mendalam apa itu Cost Per Hire dan Quality Hire, bagaimana keduanya saling berkaitan, serta strategi menentukan prioritas yang tepat agar rekrutmen tidak hanya efisien secara biaya, tetapi juga berdampak nyata pada produktivitas dan pertumbuhan perusahaan.
Cost Per Hire adalah metrik rekrutmen yang menggambarkan rata-rata biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk merekrut satu karyawan baru. Metrik ini membantu organisasi memahami seberapa besar investasi yang dilakukan sejak proses pencarian kandidat, seleksi, hingga tahap onboarding. Dengan memahami Cost Per Hire, perusahaan dapat melihat proses rekrutmen secara lebih objektif dan bukan hanya sebagai aktivitas HR, tetapi sebagai keputusan bisnis yang berdampak langsung pada efisiensi dan produktivitas.
Lalu, apa saja yang termasuk dalam Cost Per Hire? Cost Per Hire mencakup seluruh biaya yang timbul selama proses rekrutmen, baik biaya yang terlihat secara langsung maupun biaya tersembunyi yang sering luput dari perhitungan. Secara umum, komponen biaya tersebut meliputi:
Berikut adalah contoh sederhana Cost Per Hire: Sebuah perusahaan merekrut 20 karyawan dalam satu tahun dengan total biaya rekrutmen sebesar USD 85.000. Dengan perhitungan tersebut, maka Cost Per Hire = 85.000 / 20 = USD 4.250. Angka ini terlihat sederhana, tetapi nilainya baru benar-benar bermakna ketika dianalisis lebih dalam dan dibandingkan dengan hasil rekrutmen yang didapatkan, seperti kinerja, retensi, dan kontribusi karyawan terhadap bisnis.
Menghitung Cost Per Hire bukan sekadar latihan finansial atau laporan angka semata. Metrik ini berperan penting sebagai dasar pengambilan keputusan rekrutmen yang lebih strategis, terukur, dan selaras dengan tujuan bisnis jangka panjang.
Dengan memahami peran Cost Per Hire secara menyeluruh, perusahaan tidak hanya mampu mengendalikan biaya rekrutmen, tetapi juga memastikan setiap keputusan hiring memberikan nilai nyata bagi pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis.
Agar perhitungan Cost Per Hire benar-benar akurat, perusahaan perlu membagi biaya rekrutmen ke dalam dua kategori utama, yaitu external cost dan internal cost. Pembagian ini penting karena tidak semua biaya rekrutmen muncul secara eksplisit di laporan keuangan. Banyak biaya justru tersembunyi dalam bentuk waktu, tenaga, dan produktivitas internal yang terpakai selama proses perekrutan berlangsung. External Recruitment Costs adalah biaya yang berasal dari pihak eksternal atau layanan di luar organisasi, yang umumnya lebih mudah diidentifikasi dan dicatat. Biaya ini meliputi:
Internal Recruitment Costs merupakan biaya yang timbul dari dalam organisasi selama proses rekrutmen, dan sering kali luput dari perhitungan. Biaya ini antara lain mencakup:
Semakin detail perusahaan menghitung dan mengelompokkan kedua jenis biaya ini, semakin akurat nilai Cost Per Hire yang dihasilkan, sehingga keputusan rekrutmen dapat diambil secara lebih tepat dan berbasis data.
Rumus Cost Per Hire pada dasarnya sangat sederhana, namun nilai utamanya terletak pada kelengkapan data yang dimasukkan. Secara umum, Cost Per Hire dihitung dengan menjumlahkan seluruh biaya internal dan eksternal yang dikeluarkan selama proses rekrutmen, lalu membaginya dengan jumlah karyawan yang berhasil direkrut dan benar-benar onboard dalam periode tertentu. Berikut adalah rumus Cost Per Hire:
Cost Per Hire = (Total Internal Costs + Total External Costs) / Total Hires
Agar hasil perhitungannya akurat dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan, perusahaan perlu mengikuti langkah-langkah yang sistematis berikut:
Dengan pendekatan ini, Cost Per Hire menjadi metrik yang konsisten, transparan, dan dapat dibandingkan dari waktu ke waktu untuk mengevaluasi efektivitas serta efisiensi strategi rekrutmen perusahaan.
Jika Cost Per Hire menjawab pertanyaan “berapa biaya yang dikeluarkan”, maka Quality Hire menjawab “seberapa baik hasil rekrutmen tersebut bagi bisnis”. Konsep ini berfokus pada nilai jangka panjang dari seorang karyawan, bukan sekadar keberhasilan mengisi posisi kosong.
Quality Hire melihat apakah karyawan yang direkrut benar-benar berkontribusi, berkembang, dan bertahan di dalam organisasi. Sayangnya, metrik ini sering diabaikan karena tidak selalu mudah diukur secara kuantitatif seperti biaya rekrutmen. Quality Hire biasanya diukur melalui kombinasi indikator berikut:
Banyak organisasi terjebak dalam dilema antara menekan biaya rekrutmen atau mengejar kualitas kandidat terbaik. Tekanan target, keterbatasan anggaran, dan kebutuhan cepat sering membuat perusahaan condong ke salah satu sisi secara ekstrem.
Padahal, Cost Per Hire yang rendah tidak selalu berarti efisien, dan Cost Per Hire yang tinggi tidak selalu berarti pemborosan. Tanpa melihat kualitas hasilnya, kedua pendekatan ini sama-sama berisiko bagi bisnis. Dilema yang sering terjadi di lapangan:
Perbedaan antara Cost Per Hire dan Quality Hire akan lebih mudah dipahami melalui contoh sederhana. Dua perusahaan dapat mengeluarkan biaya rekrutmen yang berbeda, namun menghasilkan dampak bisnis yang sangat kontras. Dalam jangka panjang, perusahaan yang berinvestasi pada kualitas rekrutmen seringkali justru memiliki biaya total yang lebih rendah karena minim turnover dan gangguan operasional.
Ilustrasi kasus:
Data menunjukkan bahwa rata-rata karyawan membutuhkan sekitar 12 minggu untuk mencapai produktivitas penuh. Jika kualitas rekrutmen buruk, waktu adaptasi ini bisa jauh lebih lama atau bahkan berakhir dengan kegagalan rekrutmen.
Turnover dini bukan hanya soal mengganti orang, tetapi juga menimbulkan efek domino yang berdampak langsung pada tim dan bisnis secara keseluruhan. Dampak turnover akibat kualitas rekrutmen yang rendah:
Di sinilah Quality Hire menjadi pengali nilai dari Cost Per Hire.
Untuk mendapatkan gambaran rekrutmen yang lebih utuh, Cost Per Hire sebaiknya tidak berdiri sendiri. Metrik pendukung membantu perusahaan menilai apakah biaya yang dikeluarkan benar-benar sebanding dengan nilai yang dihasilkan. Dengan mengkombinasikan beberapa metrik, HR dapat mengambil keputusan yang lebih objektif dan berbasis data. Metrik pendukung yang umum digunakan:
Benchmark membantu perusahaan memahami apakah Cost Per Hire yang dimiliki masih berada dalam batas wajar. Namun, angka benchmark sebaiknya digunakan sebagai referensi, bukan standar mutlak. Setiap industri, ukuran perusahaan, dan jenis peran memiliki karakteristik biaya yang berbeda. Beberapa data benchmark yang dapat dijadikan acuan:
Jawabannya bukan memilih salah satu, melainkan menyeimbangkan Cost Per Hire dan Quality Hire sesuai konteks kebutuhan bisnis. Fokus yang tepat akan berbeda tergantung jenis peran dan tujuan rekrutmen. Pendekatan yang fleksibel membuat rekrutmen tetap efisien tanpa mengorbankan kualitas.
Kapan fokus pada Cost Per Hire?
Kapan fokus pada Quality Hire?
Menyatukan kedua metrik ini membutuhkan pendekatan yang disiplin dan berbasis data. Tujuannya bukan menekan biaya semaksimal mungkin, tetapi memastikan setiap biaya menghasilkan nilai jangka panjang. Dengan strategi yang tepat, rekrutmen dapat berubah dari pusat biaya menjadi sumber keunggulan kompetitif. Langkah praktis yang dapat diterapkan:
Dengan pendekatan ini, rekrutmen tidak lagi sekadar mengisi posisi, tetapi menjadi investasi strategis bagi pertumbuhan bisnis.
Baca juga: Cara Headhunter Menemukan Kandidat Berkualitas dengan Cepat
Perdebatan Cost Per Hire vs Quality Hire seharusnya tidak lagi menjadi pertanyaan “mana yang lebih penting”, melainkan “bagaimana keduanya saling memperkuat”. Cost Per Hire membantu perusahaan tetap disiplin secara finansial. Quality Hire memastikan investasi tersebut menghasilkan dampak nyata bagi bisnis.
Perusahaan yang matang dalam rekrutmen tidak hanya menghitung biaya masuk, tetapi juga nilai jangka panjang dari setiap talenta yang direkrut. Ketika Cost Per Hire dikelola dengan cerdas dan Quality Hire dijadikan tujuan utama, rekrutmen akan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan paling kuat dalam organisasi.
Anda bisa mengunjungi MSBU Konsultan!, layanan IT staffing dan rekrutmen yang dapat membantu perusahaan Anda menemukan kandidat terbaik dengan lebih aman dan efisien.