---
title: 7 Tanda Attitude Buruk yang Menghancurkan Karier (2026)
description: Bad attitude adalah sikap yang diam-diam mematikan karier. Kenali 7 tanda attitude buruk di tempat kerja & cara memperbaikinya sebelum terlambat.
image: https://msbu.co.id/hubfs/17087.jpg
---

<https://msbu.co.id/blog/tanda-tanda-attitude-buruk-yang-bisa-menghancurkan-karier#top>

[Skip to Content](https://msbu.co.id/blog/tanda-tanda-attitude-buruk-yang-bisa-menghancurkan-karier#body)

[![MSBU Group](https://msbu.co.id/hs-fs/hubfs/W_Primary%20with%20no%20Slogan_No%20Bg2x.png?width=200&height=71&name=W_Primary%20with%20no%20Slogan_No%20Bg2x.png "MSBU Group")](https://msbu.co.id)

Toggle Menu

- Layanan
  
  Toggle children for Layanan
  
    - People
      
      Toggle children for People
      
          - [Managed Team, Headhunting & Frontier AI](https://msbu.co.id/id/layanan/managed-team-headhunting-frontier-ai)
    - Tech
      
      Toggle children for Tech
      
          - [Human Risk Management](https://sibermate.com)
          - [Device as a Service](https://msbu.co.id/id/layanan/daas)
    - Capital
      
      Toggle children for Capital
      
          - [Speed Pitching](https://msbu.co.id/layanan/speed-pitching)
- [Komunitas](https://msbu.co.id/id/frc)
- [Tentang](https://msbu.co.id/id/tentang)
- Resources
  
  Toggle children for Resources
  
    - [AI CV Scoring](https://msbu.co.id/ai-cv-scoring)
    - [Blog](https://msbu.co.id/blog)
    - [Panduan Gaji](https://msbu.co.id/id/panduan-gaji)

- [Konsultasi](https://msbu.co.id/meetings/msbu/consultation)

[back to blog](https://msbu.co.id/blog)

[Career](https://msbu.co.id/blog/topic/career)

# Tanda-Tanda Attitude Buruk yang Bisa Menghancurkan Karier

 Read Time **11 mins** | 29 Nov 2025 | Written by: Nur Rachmi Latifa

<https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fmsbu.co.id%2Fblog%2Ftanda-tanda-attitude-buruk-yang-bisa-menghancurkan-karier> <https://twitter.com/intent/tweet/?text=7+Tanda+Attitude+Buruk+yang+Menghancurkan+Karier+%282026%29&url=https%3A%2F%2Fmsbu.co.id%2Fblog%2Ftanda-tanda-attitude-buruk-yang-bisa-menghancurkan-karier> <https://www.linkedin.com/sharing/share-offsite/?url=https%3A%2F%2Fmsbu.co.id%2Fblog%2Ftanda-tanda-attitude-buruk-yang-bisa-menghancurkan-karier> [mailto:?subject=7%20Tanda%20Attitude%20Buruk%20yang%20Menghancurkan%20Karier%20%282026%29&body=https%3A%2F%2Fmsbu.co.id%2Fblog%2Ftanda-tanda-attitude-buruk-yang-bisa-menghancurkan-karier](mailto:?subject=7%20Tanda%20Attitude%20Buruk%20yang%20Menghancurkan%20Karier%20%282026%29&body=https%3A%2F%2Fmsbu.co.id%2Fblog%2Ftanda-tanda-attitude-buruk-yang-bisa-menghancurkan-karier)

![Karyawati mengacungkan jempol ke bawah di kantor sementara rekan pria melipat tangan, gambaran attitude buruk di tempat kerja](https://msbu.co.id/hs-fs/hubfs/17087.jpg?width=680&height=454&name=17087.jpg)

**Attitude buruk** sering kali muncul tanpa disadari. Cara Anda menanggapi kritik, berinteraksi dengan rekan kerja, dan menepati komitmen membentuk citra Anda di tempat kerja. Sedikit demi sedikit, kebiasaan kecil yang buruk bisa **menghancurkan karier** Anda.

## Apa Itu Bad Attitude (Attitude Buruk)?

**Bad attitude** atau **attitude buruk** adalah sikap dan perilaku negatif di tempat kerja—seperti sulit menerima kritik, suka menyalahkan orang lain, hingga tidak menghargai rekan kerja—yang perlahan merusak kepercayaan tim dan menghambat karier, bahkan bagi orang yang sebenarnya kompeten. **7 tanda attitude buruk** yang umum di tempat kerja adalah sulit menerima kritik, tidak bertanggung jawab atas kesalahan, sering mengeluh dan menyalahkan orang lain, tidak menghargai waktu dan komitmen, enggan berkontribusi di luar tugas utama, sulit berkolaborasi, dan tidak menghormati rekan kerja.

## Contoh Bad Attitude di Tempat Kerja

Bad attitude biasanya terlihat lewat kejadian sehari-hari. Tabel berikut memetakan situasi kerja yang umum, contoh sikap buruk yang sering muncul di situasi itu, dan respons yang lebih profesional.

| Situasi | Contoh bad attitude | Respons yang lebih profesional |
| --- | --- | --- |
| Rapat tim | Memotong pembicaraan rekan, atau diam saat rapat lalu mengkritik keputusannya di belakang | Menunggu giliran dan menyampaikan keberatan di rapat, lengkap dengan alasannya |
| Menerima feedback | Langsung membantah sebelum atasan selesai bicara: "Itu bukan salah saya." | Mendengarkan sampai selesai, menanyakan contoh konkretnya, lalu menyepakati perbaikan |
| Tenggat terlewat | Diam sampai ditagih, lalu menyalahkan tim lain | Memberi kabar sebelum tenggat, menjelaskan kendalanya, dan menawarkan tanggal baru |
| Grup chat kantor | Membalas dengan nada sinis atau menyebarkan tangkapan layar pesan rekan untuk ditertawakan | Membahas beda pendapat lewat pesan pribadi atau bicara langsung |
| Tugas di luar job desk | Menolak mentah-mentah: "Itu bukan kerjaan saya." | Menjelaskan beban kerja saat ini dan meminta atasan menentukan prioritas |
| Rekan baru atau junior | Menahan informasi penting supaya tetap terlihat paling dibutuhkan | Membagikan dokumentasi dan menjawab pertanyaan tanpa merendahkan |
| Kesalahan sendiri | Menutupi kesalahan sampai dampaknya membesar | Melaporkan kesalahan sejak awal, sekaligus rencana perbaikannya |
| Setelah dibantu rekan | Tidak berterima kasih, atau mengakui hasil kerja bersama sebagai hasil sendiri | Berterima kasih dan menyebut kontribusi rekan di depan tim |
| SOP dan aturan kantor | Sengaja melewati SOP karena merasa caranya lebih cepat | Mengikuti SOP dan mengusulkan perubahan lewat atasan |

## Mengapa Attitude Lebih Penting dari Skill dalam Karier

Skill memang penting, tetapi **attitude** menentukan bagaimana skill itu digunakan dalam keseharian. Kemampuan teknis bisa dilatih, sementara karakter dan etika kerja jauh lebih sulit dibentuk.

Pertimbangan yang sama berlaku saat merekrut. MSBU Konsultan, unit MSBU Group yang menangani IT staffing dan headhunting, membahas cara menimbang keduanya dalam artikel [Mana Lebih Penting Saat Rekrut, Skill atau Sikap?](https://msbu.co.id/blog/mana-lebih-penting-saat-rekrut-skill-atau-sikap)

## 1. Sulit Menerima Kritik

Salah satu tanda yang jelas dari **attitude buruk** adalah ketika seseorang menolak masukan atau langsung tersinggung saat diberi kritik. Orang dengan mental defensif cenderung merasa selalu benar, sulit menerima pandangan berbeda, dan menutup diri dari kesempatan untuk berkembang. Sikap seperti ini membuat proses belajar terhambat, karena setiap saran dianggap sebagai serangan, bukan kesempatan untuk memperbaiki diri.

Feedback dari rekan kerja maupun atasan sebenarnya merupakan cermin untuk melihat hal-hal yang mungkin luput dari perhatian kita. Jika Anda sering merasa perlu membela diri setiap kali dikritik, mungkin sudah saatnya berhenti sejenak dan mengevaluasi diri.

## 2. Tidak Tanggung Jawab atas Kesalahan

Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan di tempat kerja, dan itu manusiawi. Namun, yang membedakan seorang profesional dengan pemula adalah bagaimana mereka meresponsnya. Orang dengan **attitude buruk** cenderung menutupi kesalahan, mencari alasan, atau menghindar saat dimintai pertanggungjawaban. Padahal, sikap seperti ini hanya akan membuat kepercayaan orang lain semakin menurun dan citra profesional Anda perlahan memudar.

Sebaliknya, mengakui kesalahan dengan jujur dan berkomitmen untuk memperbaikinya menunjukkan kedewasaan dan integritas yang tinggi. Atasan jauh lebih menghargai karyawan yang berkata, *“Ya, ini kesalahan saya dan saya akan memperbaikinya,”* dibanding mereka yang terus berkelit. Tanpa rasa tanggung jawab, seberapa pun hebat kemampuan Anda, **karier akan mudah runtuh** karena orang lain berhenti memercayai Anda.

## 3. Sering Mengeluh dan Menyalahkan Orang Lain

Keluhan sesekali adalah hal yang wajar, terutama ketika beban kerja sedang tinggi atau situasi terasa tidak adil. Namun, jika kebiasaan mengeluh dilakukan terus-menerus tanpa solusi, hal itu justru menunjukkan **attitude buruk** dan ketidakmampuan menghadapi tantangan. Orang yang sering mengeluh biasanya fokus pada masalah, bukan cara memperbaikinya, sehingga energi dan produktivitasnya terbuang sia-sia.

Lebih buruk lagi, jika kebiasaan itu disertai dengan menyalahkan rekan kerja, atasan, atau keadaan. Perilaku seperti ini menurunkan moral tim dan menciptakan lingkungan kerja yang tidak sehat dan penuh ketegangan. Profesional yang matang mengubah keluhan menjadi aksi nyata untuk memperbaiki keadaan.

## 4. Tidak Hormat pada Waktu dan Komitmen

Datang terlambat ke rapat, menunda pekerjaan, atau melewatkan tenggat waktu mencerminkan kurangnya rasa tanggung jawab dan profesionalisme. **Attitude buruk** seperti ini menunjukkan bahwa seseorang tidak menghargai waktu, baik waktu sendiri maupun waktu orang lain. Di tim yang bekerja dengan target, sikap semacam ini bisa menimbulkan efek domino terhadap kinerja tim secara keseluruhan.

Contohnya, laporan yang terlambat sehari bisa menggeser jadwal tim lain yang menunggu data Anda. Bagi atasan, keterlambatan yang berulang adalah sinyal kuat bahwa Anda tidak bisa diandalkan.

## 5. Enggan Berkontribusi di Luar Tugas Utama

Kalimat seperti “bukan job desk saya” adalah tanda klasik orang ber-**attitude buruk** di tempat kerja. Orang dengan pola pikir sempit seperti ini cenderung hanya fokus pada apa yang tertulis di deskripsi pekerjaannya, tanpa mau melangkah lebih jauh. Padahal, proyek lintas divisi butuh orang yang fleksibel dan mau berinisiatif.

Ketika seseorang menolak berkontribusi di luar tugas utamanya, itu menandakan minimnya rasa memiliki terhadap perusahaan. Sebaliknya, mereka yang bersedia membantu tim lain, berbagi ide, atau mengambil tanggung jawab tambahan tanpa diminta menunjukkan loyalitas dan jiwa kepemimpinan. Sikap proaktif seperti inilah yang biasanya membuka peluang promosi dan membuat karier seseorang berkembang lebih cepat.

## 6. Menolak Bekerja Sama atau Sulit Berkolaborasi

Beberapa orang dengan **attitude buruk** merasa paling benar dan menolak bekerja sama dengan orang lain. Mereka sulit menerima pendapat, enggan berbagi informasi, atau lebih memilih bekerja sendiri karena merasa kontribusinya paling penting.

Sikap seperti ini menghambat produktivitas dan menimbulkan jarak sosial di antara rekan kerja. Orang yang sulit berkolaborasi cenderung dihindari tim dan lama-kelamaan bisa dianggap sebagai “beban organisasi.” Padahal, kolaborasi adalah kemampuan menyeimbangkan ego pribadi dengan tujuan bersama tanpa harus kehilangan pendirian.

## 7. Tidak Menghormati Rekan Kerja

Kurangnya rasa hormat terhadap orang lain bisa muncul dalam bentuk ucapan yang kasar, nada bicara yang merendahkan, atau perilaku kecil seperti memotong pembicaraan dan menyepelekan pendapat rekan kerja. Bahkan hal yang tampak sepele, seperti bergosip di balik orang lain, bisa menjadi cerminan sikap yang tidak profesional dan berpotensi menimbulkan konflik di lingkungan kerja.

## Dampak Attitude Buruk terhadap Karier

**Attitude buruk** membuat orang lain enggan berinteraksi dengan Anda dan bisa **menghancurkan karier** yang telah dibangun dengan susah payah. Berikut beberapa dampak nyata yang perlu diwaspadai:

- **Kepercayaan dan Reputasi Turun**Sekali Anda dikenal sulit diajak kerja sama atau tidak bisa diandalkan, atasan dan rekan kerja mulai menjaga jarak dan sulit kembali menaruh kepercayaan. Reputasi di tempat kerja butuh waktu lama untuk membentuknya, tapi bisa hilang dalam sekejap karena satu tindakan buruk.
- **Karier Terhenti di Tengah Jalan**Banyak karyawan sebenarnya memiliki potensi besar, namun tidak pernah naik jabatan karena perilaku dan etika kerja yang buruk. Attitude negatif membuat Anda tampak tidak siap memimpin atau bekerja dalam tim. Akibatnya, karier bisa stagnan bertahun-tahun tanpa perkembangan berarti.
- **Risiko Kehilangan Pekerjaan**Dalam situasi sulit seperti restrukturisasi atau efisiensi, sikap kerja bisa ikut menjadi pertimbangan ketika perusahaan harus memilih siapa yang dipertahankan, karena karyawan yang sering memicu konflik dianggap berisiko bagi kinerja tim.

## Dampak Bad Attitude terhadap Tim

Bad attitude satu orang jarang berhenti di orang itu saja. Kerugiannya ikut ditanggung rekan satu tim, termasuk mereka yang hanya menyaksikan kejadiannya. [Civility Index SHRM kuartal III 2025](https://www.shrm.org/content/dam/en/shrm/topics-tools/topics/civility/starter-kit/shrm-civility-abstract-index-q3-2025.pdf), survei terhadap 1.478 pekerja di Amerika Serikat, mencatat bahwa pekerja yang mengalami atau menyaksikan perilaku tidak sopan di tempat kerja kehilangan rata-rata sekitar 35 menit produktivitas untuk setiap kejadian.

Dalam keseharian tim, dampaknya biasanya terlihat dalam tiga bentuk:

- **Kerja sama melambat.** Orang enggan meminta bantuan atau berbagi informasi dengan rekan yang sering bereaksi negatif, sehingga pekerjaan yang melibatkan beberapa orang ikut tertahan.
- **Standar tim bergeser.** Perilaku buruk yang dibiarkan tanpa konsekuensi memberi sinyal bahwa perilaku itu bisa diterima.
- **Waktu atasan tersedot.** Energi yang seharusnya dipakai untuk mengembangkan tim habis untuk menengahi konflik dan mengejar pekerjaan yang terlambat.

## Cara Memperbaiki Attitude Buruk Sebelum Terlambat

Kalau Anda mengenali salah satu tanda di atas pada diri sendiri, enam langkah berikut bisa Anda mulai minggu ini:

- **Lakukan Introspeksi Diri**Luangkan waktu untuk menilai kembali bagaimana Anda bereaksi terhadap kritik, tekanan, atau konflik. Apakah Anda membantu menyelesaikan masalah atau justru memperkeruh suasana? Jujurlah pada diri sendiri, karena perubahan yang tulus dimulai dari kesadaran pribadi.
- **Mintalah Feedback Secara Terbuka**Kadang, orang lain bisa melihat sisi yang tidak kita sadari. Mintalah pendapat jujur dari rekan kerja atau atasan, dan terimalah kritik dengan lapang dada.
- **Bangun Growth Mindset**Jadikan kesalahan sebagai bahan belajar, bukan alasan untuk menyerah. Orang dengan growth mindset tidak takut gagal, karena mereka tahu setiap kegagalan adalah peluang untuk tumbuh dan memperkuat karakter profesional mereka.
- **Latih Empati dan Komunikasi Positif**Cobalah memahami perasaan orang lain sebelum bereaksi. Gunakan kata-kata yang membangun, bukan menjatuhkan. Sikap empatik akan membuat Anda lebih mudah diterima, dihormati, dan dipercaya dalam lingkungan kerja.
- **Kelola Emosi dengan Baik**Reaksi berlebihan sering kali menjadi pemicu masalah di tempat kerja. Belajar menenangkan diri sebelum menanggapi sesuatu akan membantu Anda terlihat lebih dewasa dan profesional di mata orang lain.
- **Bangun Reputasi Baru Perlahan**Reputasi pulih lewat perubahan yang terlihat orang lain. Selama dua minggu, catat setiap kali Anda bereaksi defensif atau menyalahkan orang lain, lalu tinjau catatan itu di akhir pekan untuk menemukan pemicunya.

## Cara Menghadapi Karyawan dengan Bad Attitude (untuk Atasan dan HR)

Kalau Anda atasan atau HR, tujuan utamanya adalah mengubah perilaku, dan itu lebih mudah tercapai kalau prosesnya adil dan terdokumentasi. Lima langkah berikut bisa dipakai berurutan.

### 1. Catat perilaku yang spesifik, jangan memberi label

Catatan seperti "attitude-nya jelek" tidak bisa ditindaklanjuti. Tulis kejadiannya: tanggal, apa yang dikatakan atau dilakukan, siapa yang terdampak, dan akibatnya pada pekerjaan. Dari catatan itu Anda bisa membedakan satu hari yang buruk dari pola perilaku. Pola terlihat ketika perilaku yang sama muncul berulang, di depan orang yang berbeda, dan tetap terjadi setelah diberi masukan.

### 2. Bicarakan empat mata dengan format Situasi–Perilaku–Dampak

Ajak karyawan bicara secara privat, secepatnya setelah kejadian. Gunakan model Situation–Behavior–Impact (SBI) dari Center for Creative Leadership: jelaskan situasinya, sebutkan perilaku spesifik yang terlihat, lalu uraikan dampak perilaku itu. Contohnya: "Di rapat Senin, kamu tiga kali memotong presentasi Rina. Akibatnya dua poin penting tidak sempat dibahas, dan Rina jadi ragu bicara di rapat berikutnya." Kalimat seperti ini sulit dibantah karena membahas fakta yang bisa diamati, bukan kepribadian.

### 3. Dengarkan penyebab di balik perilakunya

Sikap negatif sering punya pemicu: beban kerja yang tidak seimbang, konflik dengan rekan, peran yang tidak jelas, atau masalah pribadi. Tanyakan, lalu dengarkan tanpa memotong. Kalau pemicunya ada di sisi perusahaan, misalnya target yang tidak realistis, bagian itu juga perlu dibenahi.

### 4. Sepakati perubahan konkret secara tertulis

Tutup percakapan dengan kesepakatan yang bisa diukur: perilaku apa yang diharapkan, contoh konkretnya, dan kapan dievaluasi, misalnya dalam dua sampai empat minggu. Kirim ringkasannya lewat email supaya kedua pihak memegang catatan yang sama.

### 5. Pantau, beri pengakuan, lalu eskalasi bila perlu

Sampaikan umpan balik positif begitu perubahan terlihat, sekecil apa pun. Kalau sampai tanggal evaluasi perilakunya tetap sama atau malah memburuk, kasusnya sudah perlu ditangani HR secara formal.

## Kapan Masalah Attitude Perlu Ditindak HR?

Tidak semua sikap yang menyebalkan perlu jadi kasus HR. Libatkan HR secara formal ketika salah satu kondisi berikut terjadi:

- **Perilaku berulang setelah ditegur.** Teguran lisan dan kesepakatan tertulis sudah dijalankan, tetapi pola yang sama terus muncul.
- **Ada aturan tertulis yang dilanggar.** Misalnya mangkir, menolak perintah kerja yang wajar, atau bersikap kasar kepada pelanggan, sejauh hal itu diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama.
- **Ada pihak yang dirugikan secara serius.** Perundungan, ancaman, intimidasi, diskriminasi, atau pelecehan dilaporkan ke HR saat itu juga, tanpa menunggu tahapan pembinaan di atas. Untuk kekerasan seksual, pedomannya sudah diatur dalam Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 88 Tahun 2023 tentang Pedoman Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Tempat Kerja.

"Bad attitude" bukan istilah hukum. Tindakan disiplin harus berpijak pada aturan tertulis yang dilanggar, jadi HR perlu memetakan perilaku yang dikeluhkan ke pasal peraturan perusahaan sebelum menerbitkan surat peringatan (SP). Menurut [PP Nomor 35 Tahun 2021](https://peraturan.bpk.go.id/Details/161904/pp-no-35-tahun-2021) (Pasal 36 huruf k, dibaca bersama Pasal 52 ayat 1), pengusaha dapat memutus hubungan kerja karena pelanggaran perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama setelah karyawan menerima SP pertama, kedua, dan ketiga secara berturut-turut. Masing-masing SP berlaku paling lama enam bulan, kecuali diatur lain dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama. Pelanggaran bersifat mendesak yang diatur dalam dokumen-dokumen tersebut, misalnya menganiaya atau mengancam rekan kerja, punya ketentuan tersendiri di Pasal 52 ayat 2.

Kalau perilaku karyawan sampai menimbulkan kerugian materiil bagi perusahaan, pelajari juga [tindakan hukum untuk karyawan yang merugikan perusahaan](https://msbu.co.id/blog/tindakan-hukum-untuk-karyawan-yang-rugikan-perusahaan).

## FAQ seputar Bad Attitude di Tempat Kerja

### Apa arti minus attitude, low attitude, atau no attitude?

Ketiganya istilah gaul untuk orang yang dinilai kurang sopan atau tidak tahu tata krama saat berinteraksi. "Minus attitude" dan "low attitude" berarti attitude-nya kurang, sedangkan "no attitude" atau "tidak punya attitude" dipakai untuk menyindir orang yang dianggap sama sekali tidak menghargai orang lain. Di tempat kerja, maknanya sama dengan bad attitude yang dibahas di artikel ini.

### Apa arti attitude dan good attitude?

Attitude artinya sikap, yaitu cara seseorang berpikir, merasa, dan bertindak terhadap orang lain maupun situasi yang dihadapinya. Good attitude berarti sikap yang baik: menghargai orang lain, bisa dipercaya, dan terbuka terhadap masukan. Di tempat kerja, contohnya menepati komitmen, mengakui kesalahan, dan mau membantu rekan saat dibutuhkan.

### Bagaimana menyikapi rekan kerja yang bad attitude kalau Anda bukan atasannya?

Tanggapi perilakunya secara langsung dan tenang, sebaiknya empat mata, dengan menyebut kejadian spesifik dan dampaknya pada pekerjaan Anda. Untuk urusan penting seperti pembagian tugas dan tenggat, simpan kesepakatannya secara tertulis. Kalau perilakunya berulang atau sudah menyerang pribadi, laporkan ke atasan atau HR beserta catatan kejadiannya.

## Kesimpulan

**Attitude buruk** bisa **menghancurkan karier**, sehebat apa pun kemampuan seseorang, dan dampaknya ikut ditanggung seluruh tim. Kabar baiknya, sikap bisa diubah selama polanya disadari sejak awal.

Mulailah minggu ini. Kalau Anda karyawan, pilih satu tanda di atas yang paling mirip dengan kebiasaan Anda, lalu minta pendapat jujur dari satu rekan yang Anda percaya. Kalau Anda atasan atau HR, siapkan catatan kejadian yang spesifik sebelum mengajak karyawan bicara.

**Temukan talenta IT yang tepat untuk tim Anda lewat [layanan IT Staffing & Headhunting MSBU Konsultan](https://msbu.co.id/id/layanan/it-staffing-headhunting).**

 

![](https://msbu.co.id/hubfs/Nur%20Rachmi%20Latifa.png)

[mailto:null](mailto:null) <https://www.linkedin.com/in/nurrachmilatifa> <https://msbu.co.id>

##### Nur Rachmi Latifa

Nur Rachmi Latifa adalah praktisi Digital Marketing di MSBU Group yang menulis seputar dunia kerja, rekrutmen dan IT staffing, manajemen talenta, serta pengembangan bisnis. Ia menyusun panduan praktis untuk membantu perusahaan dan profesional mengambil keputusan yang lebih tepat seputar SDM dan teknologi.

Share the Love

<https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fmsbu.co.id%2Fblog%2Ftanda-tanda-attitude-buruk-yang-bisa-menghancurkan-karier> <https://twitter.com/intent/tweet/?text=7+Tanda+Attitude+Buruk+yang+Menghancurkan+Karier+%282026%29&url=https%3A%2F%2Fmsbu.co.id%2Fblog%2Ftanda-tanda-attitude-buruk-yang-bisa-menghancurkan-karier> <https://www.linkedin.com/sharing/share-offsite/?url=https%3A%2F%2Fmsbu.co.id%2Fblog%2Ftanda-tanda-attitude-buruk-yang-bisa-menghancurkan-karier> [mailto:?subject=7%20Tanda%20Attitude%20Buruk%20yang%20Menghancurkan%20Karier%20%282026%29&body=https%3A%2F%2Fmsbu.co.id%2Fblog%2Ftanda-tanda-attitude-buruk-yang-bisa-menghancurkan-karier](mailto:?subject=7%20Tanda%20Attitude%20Buruk%20yang%20Menghancurkan%20Karier%20%282026%29&body=https%3A%2F%2Fmsbu.co.id%2Fblog%2Ftanda-tanda-attitude-buruk-yang-bisa-menghancurkan-karier)

You May Like These

## Related Articles

![](https://msbu.co.id/hs-fs/hubfs/woman-selecting-pictures-people.jpg?width=700&name=woman-selecting-pictures-people.jpg)

 Mei 15, 2026 | Hiring

### [Apa Itu Talent Pool, Manfaat dan Cara Membangunnya](https://msbu.co.id/blog/apa-itu-talent-pool-manfaat-dan-cara-membangunnya)

![](https://msbu.co.id/hs-fs/hubfs/medium-shot-people-working-as-team.jpg?width=700&name=medium-shot-people-working-as-team.jpg)

 Desember 21, 2025 | Career

### [Banyak Diabaikan, Inilah Etika Kerja yang Membuka Jalan Promosi](https://msbu.co.id/blog/banyak-diabaikan-inilah-etika-kerja-yang-membuka-jalan-promosi)

![](https://msbu.co.id/hs-fs/hubfs/worried-woman-with-tablet.jpg?width=700&name=worried-woman-with-tablet.jpg)

 Februari 6, 2026 | Hiring

### [Menghindari Kesalahan Saat Rekrutmen Besar-besaran](https://msbu.co.id/blog/menghindari-kesalahan-saat-rekrutmen-besar-besaran)

[![W\_Primary Logo\_No Bg\_white2x](https://msbu.co.id/hs-fs/hubfs/W_Primary%20Logo_No%20Bg_white2x.png?width=220&height=80&name=W_Primary%20Logo_No%20Bg_white2x.png "W_Primary Logo_No Bg_white2x")](https://msbu.co.id)

**PT MSBU Artha Investama**   
Tel : +(62) 21-5890-5002

Graha Pena Lantai 7, Unit 706  
Jl. Raya Kby. Lama, No. 12  
Jakarta Selatan 12210, Indonesia 

<https://www.linkedin.com/company/msbugroup/> <https://www.instagram.com/msbugroup/>

Ekosistem

- [Managed Team, Headhunting & Frontier AI](https://msbu.co.id/id/layanan/managed-team-headhunting-frontier-ai)
- [Human Risk Management](https://sibermate.com)
- [Device as a Service](https://msbu.co.id/id/layanan/daas)
- [Speed Pitching](https://msbu.co.id/layanan/speed-pitching)

Resources

- [AI CV Scoring](https://msbu.co.id/ai-cv-scoring)
- [Blog](https://msbu.co.id/blog)
- [Panduan Gaji](https://msbu.co.id/id/panduan-gaji)

Perusahaan

- [Tentang](https://msbu.co.id/id/tentang)
- [Komunitas](https://msbu.co.id/id/frc)

© 2026 MSBU Group. All rights reserved.

[Privacy Notice](https://msbu.co.id/id/privacy-notice)

![Icon](https://sibermate.com/hubfs/Mira%20Sibera/whatsapp-brands.svg) Buna

```json
{
  "@context" : "https://schema.org",
  "@type" : "BlogPosting",
  "author" : {
    "@type" : "Person",
    "name" : "Nur Rachmi Latifa",
    "url" : "https://msbu.co.id/blog/author/nur-rachmi-latifa"
  },
  "dateModified" : "2026-09-29T02:55:25.722Z",
  "datePublished" : "2025-11-29T04:00:00.000Z",
  "headline" : "7 Tanda Attitude Buruk yang Menghancurkan Karier (2026)",
  "image" : [ "https://msbu.co.id/hubfs/17087.jpg" ],
  "mainEntityOfPage" : {
    "@id" : "https://msbu.co.id/blog/tanda-tanda-attitude-buruk-yang-bisa-menghancurkan-karier",
    "@type" : "WebPage"
  },
  "publisher" : {
    "@type" : "Organization",
    "logo" : {
      "@type" : "ImageObject",
      "url" : "https://msbu.co.id/hubfs/W_Primary%20with%20no%20Slogan_No%20Bg2x.png"
    },
    "name" : "PT MSBU Konsultan Indonesia"
  }
}
```

```json
{
  "@context" : "https://schema.org",
  "@type" : "FAQPage",
  "mainEntity" : [ {
    "@type" : "Question",
    "acceptedAnswer" : {
      "@type" : "Answer",
      "text" : "Ketiganya istilah gaul untuk orang yang dinilai kurang sopan atau tidak tahu tata krama saat berinteraksi. \"Minus attitude\" dan \"low attitude\" berarti attitude-nya kurang, sedangkan \"no attitude\" atau \"tidak punya attitude\" dipakai untuk menyindir orang yang dianggap sama sekali tidak menghargai orang lain. Di tempat kerja, maknanya sama dengan bad attitude yang dibahas di artikel ini."
    },
    "name" : "Apa arti minus attitude, low attitude, atau no attitude?"
  }, {
    "@type" : "Question",
    "acceptedAnswer" : {
      "@type" : "Answer",
      "text" : "Attitude artinya sikap, yaitu cara seseorang berpikir, merasa, dan bertindak terhadap orang lain maupun situasi yang dihadapinya. Good attitude berarti sikap yang baik: menghargai orang lain, bisa dipercaya, dan terbuka terhadap masukan. Di tempat kerja, contohnya menepati komitmen, mengakui kesalahan, dan mau membantu rekan saat dibutuhkan."
    },
    "name" : "Apa arti attitude dan good attitude?"
  }, {
    "@type" : "Question",
    "acceptedAnswer" : {
      "@type" : "Answer",
      "text" : "Tanggapi perilakunya secara langsung dan tenang, sebaiknya empat mata, dengan menyebut kejadian spesifik dan dampaknya pada pekerjaan Anda. Untuk urusan penting seperti pembagian tugas dan tenggat, simpan kesepakatannya secara tertulis. Kalau perilakunya berulang atau sudah menyerang pribadi, laporkan ke atasan atau HR beserta catatan kejadiannya."
    },
    "name" : "Bagaimana menyikapi rekan kerja yang bad attitude kalau Anda bukan atasannya?"
  } ]
}
```