Sebelum Upgrade Laptop, Ubah Dulu 7 Setting Penting Ini
Read Time 8 mins | 24 Feb 2026 | Written by: Nur Rachmi Latifa
Upgrade Laptop sering menjadi solusi pertama yang terlintas ketika perangkat mulai terasa lemot, sering hang, atau baterainya cepat habis. Banyak orang langsung berpikir untuk menambah RAM, mengganti SSD, atau bahkan membeli perangkat baru. Padahal, sebelum mengeluarkan biaya besar, ada satu hal yang sering terlewat: mengoptimalkan setting yang sudah ada di dalam sistem. Tanpa mengubah satu komponen pun, performa laptop bisa meningkat signifikan hanya dengan penyesuaian konfigurasi yang tepat. Artikel ini akan membahas 7 setting penting yang wajib Anda ubah sebelum memutuskan untuk upgrade laptop. Siapa tahu, setelah ini Anda tidak perlu upgrade sama sekali.
1. Ubah Power Plan ke Mode Performance
Salah satu setting paling sederhana namun sering diabaikan sebelum upgrade laptop adalah pengaturan power plan. Banyak laptop secara default menggunakan mode Balanced atau bahkan Power Saver untuk menghemat baterai. Setting ini membatasi performa CPU dan komponen lain agar konsumsi daya lebih rendah, sehingga laptop terasa kurang responsif. Mode hemat daya bisa membuat laptop terasa lambat, terutama saat membuka aplikasi berat seperti browser dengan banyak tab, software desain, atau aplikasi kerja multitasking.
Untuk mengoptimalkan performa, Anda bisa mengubah setting berikut:
- Buka Control Panel
- Pilih Power Options
- Ubah ke High Performance atau Best Performance
Jika Anda menggunakan Windows 11:
- Masuk ke Settings → System → Power & Battery
- Pilih Power Mode
- Ubah ke Best Performance
Perubahan sederhana ini sering kali langsung terasa dampaknya. Sebelum memutuskan upgrade laptop, pastikan setting ini sudah optimal.
Baca juga: Dampak Laptop Tidak Sesuai Kebutuhan terhadap Kinerja Tim
2. Nonaktifkan Startup Apps yang Tidak Perlu
Setting berikutnya yang wajib dicek sebelum upgrade laptop adalah aplikasi yang berjalan saat startup. Banyak orang mengira laptop lambat karena spesifikasi rendah, padahal penyebabnya adalah terlalu banyak aplikasi yang otomatis aktif saat booting. Akibatnya, performa langsung terbebani sejak awal sistem menyala. Dampak startup apps berlebihan antara lain:
- Booting jadi lebih lama
- RAM cepat penuh
- CPU bekerja lebih berat sejak awal
Untuk mengatur setting startup:
- Tekan Ctrl + Shift + Esc untuk membuka Task Manager
- Masuk ke tab Startup
- Disable aplikasi yang tidak penting
Contohnya seperti launcher game, auto update software tertentu, atau aplikasi yang jarang dipakai. Dengan mengoptimalkan setting ini, performa bisa meningkat drastis tanpa perlu upgrade laptop.
3. Aktifkan Storage Sense dan Bersihkan File Sampah
Sebelum upgrade laptop ke SSD baru atau menambah storage, cek dulu kondisi penyimpanan Anda. File temporary, cache, log lama, dan file sampah sering menumpuk tanpa disadari. Jika storage hampir penuh, sistem akan melambat karena ruang kerja sistem berkurang. Untuk mengaktifkan setting Storage Sense:
- Masuk ke Settings → System → Storage
- Aktifkan Storage Sense
Selain itu, lakukan pembersihan tambahan:
- Jalankan Disk Cleanup
- Hapus file di folder Temp
- Bersihkan Recycle Bin
Storage yang lebih lega membuat sistem bekerja lebih optimal. Banyak orang terburu-buru upgrade laptop, padahal storage lama sebenarnya masih cukup—hanya saja penuh file yang tidak diperlukan.
4. Atur Virtual Memory (Page File)
Jika RAM Anda terbatas, misalnya 4GB atau 8GB, Windows akan menggunakan sebagian storage sebagai memori tambahan yang disebut virtual memory atau page file. Namun sering kali setting ini tidak optimal secara default. Mengatur virtual memory dengan benar bisa membantu mengurangi lag, terutama saat multitasking. Cara mengubah setting virtual memory:
- Klik kanan This PC → Properties
- Pilih Advanced System Settings
- Masuk ke Performance → Settings
- Pilih tab Advanced → Virtual Memory
Anda bisa memilih opsi berikut:
- Biarkan otomatis (recommended untuk pengguna umum)
- Atur manual dengan ukuran sekitar 1,5–2x dari kapasitas RAM
Dengan setting yang tepat, Anda bisa mendapatkan peningkatan stabilitas tanpa harus langsung upgrade laptop dengan menambah RAM fisik.
5. Matikan Visual Effects yang Tidak Penting
Tampilan Windows memang dibuat menarik dengan animasi, transparansi, dan efek visual. Namun semua itu menggunakan resource sistem. Pada laptop dengan spesifikasi standar, visual effects bisa memperberat kinerja dan membuat sistem terasa lambat. Untuk mengubah setting visual effects:
- Masuk ke Advanced System Settings
- Pilih Performance → Settings
- Klik Adjust for Best Performance
Atau Anda bisa melakukan custom dengan hanya mematikan animasi yang tidak penting. Setting ini sangat membantu untuk laptop dengan RAM terbatas dan bisa menjadi solusi cepat sebelum Anda memutuskan upgrade laptop.
6. Update Driver dan Sistem Operasi
Salah satu setting penting yang sering diabaikan sebelum upgrade laptop adalah pembaruan sistem. Banyak kasus laptop lambat ternyata disebabkan driver lama atau sistem operasi yang belum diperbarui. Update sering kali membawa optimasi dan perbaikan performa yang signifikan. Manfaat update meliputi:
- Perbaikan bug
- Optimasi performa
- Patch keamanan terbaru
Untuk mengecek update:
- Masuk ke Settings → Windows Update
- Pastikan update terbaru sudah terpasang
Selain itu, periksa driver penting seperti GPU dan chipset melalui:
- Device Manager
- Website resmi brand laptop Anda
Sebelum melakukan upgrade laptop secara fisik, pastikan seluruh software dan driver sudah berada pada kondisi optimal.
7. Scan Malware dan Aplikasi Berbahaya
Jika laptop terasa berat tanpa alasan jelas, bisa jadi ada malware atau aplikasi mencurigakan yang berjalan di background. Program berbahaya ini dapat memakan CPU dan RAM secara diam-diam, membuat sistem terasa lambat seolah-olah perlu upgrade laptop. Gejala umum laptop terinfeksi:
- Laptop panas tanpa alasan
- Kipas sering menyala kencang
- CPU usage tinggi padahal tidak membuka aplikasi berat
Setting yang perlu dicek:
- Buka Windows Security
- Masuk ke Virus & Threat Protection
- Lakukan Full Scan
Jika perlu, gunakan software tambahan untuk memastikan sistem benar-benar bersih. Kadang laptop terasa perlu upgrade, padahal sebenarnya performanya terganggu oleh aplikasi berbahaya yang berjalan di background.
Kapan Anda Benar-Benar Perlu Upgrade Laptop?
Setelah Anda mengubah 7 setting penting sebelumnya, langkah berikutnya adalah melakukan evaluasi objektif terhadap performa laptop. Tidak semua masalah bisa diselesaikan dengan optimasi setting. Ada kondisi tertentu di mana upgrade laptop memang menjadi kebutuhan, bukan sekadar keinginan. Anda mungkin memang perlu upgrade laptop jika:
- RAM selalu penuh meski aplikasi yang dibuka minimal
- Storage sudah menggunakan SSD lama yang mulai rusak atau performanya menurun drastis
- CPU sudah sangat generasi lama sehingga tidak kompatibel dengan software terbaru
- Kebutuhan kerja meningkat, misalnya untuk editing video 4K, desain 3D, data analysis berat, atau programming skala besar
Jika memang sudah waktunya upgrade laptop, langkah yang paling efektif biasanya adalah:
- Ganti HDD ke SSD (jika masih menggunakan HDD)
- Tambah RAM sesuai kapasitas maksimal motherboard
- Ganti baterai jika daya tahan sudah sangat menurun
Namun sangat penting untuk memastikan bahwa setting sistem sudah optimal terlebih dahulu. Jangan sampai Anda melakukan upgrade laptop, tetapi masalah utamanya sebenarnya ada pada konfigurasi software.
Kesalahan Umum Saat Upgrade Laptop
Banyak orang terburu-buru melakukan upgrade laptop tanpa analisis yang tepat. Akibatnya, biaya sudah keluar, tetapi peningkatan performa tidak signifikan. Kesalahan ini sering terjadi karena tidak memahami dimana sebenarnya bottleneck sistem berada. Beberapa kesalahan umum saat upgrade laptop antara lain:
- Menambah RAM padahal bottleneck utama ada di storage
- Mengganti SSD tetapi tidak melakukan clean install sistem
- Upgrade tanpa membersihkan sistem dan mengoptimalkan setting terlebih dahulu
- Tidak mengecek kompatibilitas hardware sebelum membeli komponen
Ingat, upgrade hardware tidak akan maksimal jika setting software masih berantakan. Optimasi sistem tetap menjadi fondasi utama sebelum melakukan perubahan fisik pada perangkat.
Strategi: Optimasi Dulu, Upgrade Belakangan
Pendekatan yang paling rasional dan hemat biaya adalah memprioritaskan optimasi sebelum upgrade laptop. Banyak kasus menunjukkan bahwa perubahan setting sederhana sudah mampu meningkatkan performa secara signifikan tanpa perlu mengganti komponen. Pendekatan terbaik yang bisa Anda lakukan adalah:
- Audit performa secara menyeluruh
- Optimasi seluruh setting sistem
- Bersihkan file sampah dan aplikasi tidak perlu
- Baru evaluasi apakah upgrade laptop benar-benar dibutuhkan
Dalam banyak kasus, perubahan setting yang tepat mampu meningkatkan performa hingga 20–40%. Artinya, Anda bisa menunda upgrade laptop dan menghemat biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk hardware baru. Strategi ini tidak hanya lebih ekonomis, tetapi juga lebih cerdas dan terukur dalam mengambil keputusan teknologi.
Jika Upgrade Laptop Sudah Tidak Efisien, Pertimbangkan Skema Device as a Service (DaaS)
Ada kondisi di mana upgrade laptop bukan lagi solusi yang efisien. Misalnya, perangkat sudah terlalu tua, biaya upgrade mendekati harga unit baru, atau kebutuhan bisnis membutuhkan standar perangkat yang seragam dan terkelola. Dalam situasi seperti ini, pendekatan yang lebih strategis adalah menggunakan skema Device as a Service (DaaS) seperti yang ditawarkan oleh Renpal.
Alih-alih membeli dan melakukan upgrade laptop satu per satu, Anda bisa mempertimbangkan model langganan perangkat yang lebih fleksibel dan scalable untuk kebutuhan individu maupun perusahaan. Keuntungan menggunakan skema DaaS seperti Renpal antara lain:
- Tidak perlu investasi besar di awal untuk pembelian laptop baru
- Perangkat selalu dalam kondisi optimal dan sesuai kebutuhan kerja
- Upgrade spesifikasi bisa dilakukan lebih fleksibel sesuai perkembangan bisnis
- Biaya operasional lebih terprediksi dibanding pembelian aset
- Mendukung mobilitas dan fleksibilitas kerja modern
Solusi ini sangat relevan bagi perusahaan yang ingin memastikan karyawan selalu menggunakan perangkat optimal tanpa harus terus-menerus memikirkan upgrade laptop secara manual. Dengan pendekatan yang tepat—mulai dari optimasi setting, evaluasi kebutuhan, hingga mempertimbangkan model DaaS—Anda bisa mengambil keputusan upgrade laptop yang lebih strategis, efisien, dan sesuai kebutuhan jangka panjang.
Baca juga: Kenapa Laptop Kantor Cepat Lemot? Ini Penyebabnya
Kesimpulan
Sebelum Anda terburu-buru melakukan upgrade laptop, pastikan seluruh setting penting di dalam sistem sudah benar-benar dioptimalkan—mulai dari power plan, startup apps, virtual memory, storage, hingga update dan keamanan. Banyak masalah performa sebenarnya bisa diselesaikan tanpa mengganti hardware. Upgrade memang dibutuhkan dalam kondisi tertentu, tetapi tanpa optimasi setting yang tepat, biaya upgrade laptop bisa menjadi pengeluaran yang tidak perlu.
Jika setelah semua langkah optimasi dilakukan laptop tetap tidak mampu memenuhi kebutuhan kerja, barulah upgrade menjadi keputusan rasional. Bahkan, untuk solusi yang lebih fleksibel dan efisien, Anda juga bisa mempertimbangkan skema Device as a Service dari Renpal, sehingga perangkat selalu optimal tanpa harus terus memikirkan pembelian dan upgrade secara manual.
Mau sewa laptop? Cek Renpal sekarang!

